Honda

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Siswa MAN IC Kendari Gelar Teatrikal Penculikan Jenderal

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Siswa MAN IC Kendari Gelar Teatrikal Penculikan Jenderal
TEATRIKAL - Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Kota Kendari menggelar teatrikal tentang pembunuhan enam Jenderal oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam peringatan Gerakan 30 September PKI (G30 S PKI) pada Selasa (1/10/2019). (Foto : Istimewa)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Kota Kendari menggelar teatrikal tentang pembunuhan enam Jenderal oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam peringatan Gerakan 30 September PKI (G30 S PKI) pada Selasa (1/10/2019).

Kepala MAN IC Kendari, Abdul Basit mengungkapkan, teatrikal yang digelar tersebut, merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh OSIS MAN IC Kendari memperingati hari bersejarah di RI itu. Teatrikal tersebut diberi judul “Melawan Komunis”

(Baca Juga : MAN IC Kendari Gelar Salat Gaib Lepas Kepergian BJ Habibie)

iklan zonasultra

“Saya sangat mengapresiasi karya seni siswa. Selain memberikan pembelajaran tentang pengkhianatan G 30 S PKI, juga menjadikan sarana mereka mengaktualisasikan potensi seni mereka,” ujar Basit, Selasa (1/10/2019).

Kata Basit, untuk bisa menampilkan pertunjukan tersebut, para siswa telah mempersiapkan diri selama kurang lebih 1 minggu. Kegiatan tersebut dilaksanakan tepat di malam 30 September 2019, mulai pukul 20.00-selesai di halaman ruang belajar MAN IC Kendari, yang disaksikan oleh seluruh siswa dan guru MAN IC.

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Siswa MAN IC Kendari Gelar Teatrikal Penculikan JenderalPada pertunjukan tersebut, para siswa membawakan perannya dengan apik. Tujuh tokoh yang terbunuh oleh kekejian PKI, yakni Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI Raden Suprapto, Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono, Mayjen TNI Siswondo Parman, Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan, Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo, dan ajudan pribadi Jenderal TNI Abdul Harris Nasution, Lettu CZI Pierre Andreas Tendean juga diperankan dengan baik oleh para siswa.

“Akting mereka bagus-bagus. Mereka semua menjiwai perannya masing-masing, sehingga pesannya sampai ke penonton,” katanya.

Untuk diketahui, 30 September 1965G 30 S PKI sendiri merupakan sebuah sejarah kelam bagi republik Indonesia. Para jenderal serta satu perwira TNI pertama diculik lalu dibunuh kemudian dimasukan ke dalam sumur Lubang Buaya di Jakarta Timur. Gerakan ini kemudian dikenal dengan sebutan Gerakan 30 September PKI (G 30 S PKI). Mereka kemudian ditetapkan sebagai pahlawan revolusi. (b)

 


Kontributor : Sri Rahayu
Editor :Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib