Honda

Persoalan Anggaran, Pengusulan Calon Sekda Sultra Tertunda

ilustrasi sekda, ilustrasi sekda sultra
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Panitia Seleksi (Pansel) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menetapkan 3 nama yang akan diusulkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Februari 2019 lalu. Namun, hingga saat ini dokumen 3 nama itu mengendap di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultra.

Dari informasi yang dihimpun awak zonasultra.com, 3 nama Calon Sekda itu tidak kunjung dibawa ke Jakarta karena persoalan anggaran Pansel Sekda yang telah habis.

Kepala BKD Sultra, Mustari yang ditemui awak media, Selasa (27/3/2019), tidak menampik hal itu. “Belum dikirim, berkas saja masih ada di kantor BKD sampai sekarang,” ujarnya. Mustari juga enggan berkomentar lebih lanjut terkait hal itu.

iklan zonasultra

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sultra, Isma menjelaskan bahwa anggaran Pansel Sekda yang telah dianggarkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra mencapai Rp 500 juta di tahun 2018 dan baru digunakan di tahun 2019 senilai Rp 460 juta.

“Saya tidak mau menanggapi kalau alasan keterlambatannya masalah anggaran, saya hanya mau menjawab kalau anggarannya tahun lalu itu Rp 500 juta tapi tidak terpakai. Terpakai sesuai dengan pengeluarannya saja,” ungkap Isma saat ditemui awak media, Rabu (27/3/2019).

Dana tersebut, digunakan untuk keperluan proses seleksi Sekda Sultra yang dibagi per item kegiatan. Kebutuhan Pansel Sekda seperti kebutuhan ATK, percetakan, makan minum, dan perjalan dinas Pansel Sekda.

“Bahwa itu sudah habis saya tidak bisa komentari, itu pak Kepala BKD yang tahu. Yang saya tahu ada anggarannya sebesar itu,” terangnya.

Menurut Isma, untuk anggaran perjalanan dinas Pansel Sekda telah menggunakan dana senilai Rp 147 juta. Dia pun tidak mengetahui secara jelas, frekuensi dana yang telah dihabiskan dalam proses seleksi Sekda Sultra.

“Yang tahu itu yah beliau-beliau itulah, saya waktu menghitung dana untuk Pansel Sekda itu Rp 500 juta. Itu hasil studi banding di Sulawesi Tengah (Sulteng) menghabiskan dana seperti itu, sehingga kita menaruh angka seperti itu,” ucapnya.

Isma pun mengaku, jika saat ini BKD Sultra telah mengajukan penambahan anggaran senilai Rp 800 juta. Namun penambahan anggaran itu tidak terkait dengan Pansel Sekda, melainkan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggu (JPT) yang berjumlah 13 orang.

Sebelumnya, Pansel Sekda Sultra telah mengeluarkan 3 nama yang lolos ketahap selanjutnya. Ketiga nama itu ditetapkan berdasarkan SK nomor 17/JPT.M/II/2019 ditandatangani Ketua Pansel Sekda Sultra, DR Didik Suprayitno, yang menetapkan ketiga nama yakni Nur Endang, Syafruddin dan Rony Yakob Laute. Ketiga nama itu pun ditetapkan pada 19 Februari 2019. (B)

 


Reporter: Randi Ardiansyah
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib