iklan zonasultra

Pertamina Perketat Penyaluran Solar di Kendari, Antrian Truk Penuhi SPBU

Pertamina Perketat Penyaluran Solar di Kendari, Antiran Truck Penuhi SPBU
PERTAMINA - Antrian truck dan mobil box di Jalan Budi Utomo, Wuawua sekitar pukul 10.00 WITA. Pertamina pun menghimbau agar industri-industri menggunakan solar industri, sesuai dengan keperuntukannya. (ILHAM SURAHMIN/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM,KENDARI– PT Pertamina memperketat penyaluran solar di Kota Kendari sejak Maret 2018 kemarin, akibatnya antrian panjang truck terjadi salah satu SPBU Kota Kendari.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII M. Roby Hervindo menjelaskan, tindakan ini dilakukan bukan tanpa alasan. Pasalnya Pertamina mentengarai sejumlah SPBU menyalurkan jenis BBM bersubsidi ini kepada yang tidak berhak menerima.

Hal ini menyebabkan kenaikan konsumsi solar subsidi pada periode Januari hingga Februari 2018, kenaikan konsumsinya sekitar 26% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Dari pemeriksaan di lapangan, ditengarai kenaikan konsumsi akibat kendaraan-kendaraan industri menggunakan solar subsidi yang semestinya kendaraan industri menggunakan solar khusus industri,” ungkap Roby kepada Zonasultra melalui sambungan WhatsApp Mesengger, Selasa (20/3/2018).

Oleh karena itu, Pertamina memperketat penyaluran untuk menertibkan konsumsi solar subsidi, agar sesuai peruntukan. Berdasarkan data Pertamina periode Januari- Februari 2017 sekitar 6.000 KL dan naik ditahun 2018 periode yang sama menjadi 7.600 KL.

“Kami tengarai karena smelter nikel di Konawe Utara (Konut) sudah mulai dibangun, kegiatan pertambangan jadi meningkat,” tukasnya.

https://3.bp.blogspot.com/-r34MnnswZlc/WrC7elX-zaI/AAAAAAAAkvM/lkAwhuWbxBYM39VpjlGqEK4KvG-DWHcZwCLcBGAs/s1600/antrian_truk11.jpgAkibatnya salah satu SPBU di Kota Kendari Selasa pagi tadi sekitar pukul 07.00 wita sudah dipenuhi oleh antrian truck dan mobil box sepanjang jalan Budi Utomo, Wuawua.

Salah satu sopir distributor susu, Kalbe Rendy (20) mengatakan, sudah tiga hari ini, ia selalu mengantri untuk mengisi solar.

“Hari ini saya dari setengah 8 menunggu, kemarinnya saya hampir 2 jam menunggu dan pas sampe di SPBU solarnya habis, akhirnya pake solar yang ada dulu. Tapi hari ini saya harus isi ini,” ungkap Rendy kepada zonasultra.

Hal juga dikeluhkan Adri (32) sopir distributor makanan ringan, ia telah mengantri sejak jam 7 pagi, namun nanti sekitar pukul 11 siang aktivitas pengisian solar baru dimulai.

“Saya biasa isi tempat lain juga. Tapi disini kata orang disini sudah hampir satu minggu begini kondisinya, kami harap sih tidak begini lagi soalnya kita juga tidak bisa bekerja maskimal,” ujarnya.

Sementara itu, sopir truck dari Kasipute, Bombana Unding (32) juga menyatakan dirinya sudah lama mengantri, ia mengisi solar untuk keperluan usahanya mengangkut barang jualan yang akan dibawah ke Bombana.

“Saya dari Bombana turun belanja disini mas,” ungkap Unding.

Pertamina pun menghimbau agar industri-industri menggunakan solar industri, sesuai dengan keperuntukannya. Jangan menggunakan solar subsidi, yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. (B/adv)

 


Reporter : Ilham Surahmin
Editor : Tahir Ose

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib