PLN Rayon Raha Tarik 800 Meteran Listrik Prabayar Gagal Produk

Kepala PLN ULP Raha, Muhammad Riza
Muhammad Riza

ZONASULTRA.COM, RAHA -Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), bakal melakukan penarikan 800 unit KWH listrik prabayar di area kawasan kota Raha dan sekitarnya.

Plt Kepala PLN ULP Raha, Muhammad Rizal mengungkapkan, saat ini pihaknya akan melakukan penarikan sekitar 1500 unit KWH listrik prabayar di setiap rumah pelanggan yang ada di Area Baubau yang mencakup rayon Raha, Buton Utara, Kota Baubau, Wangiwangi dan rayon Pasarwajo.

“Rayon Raha ada sekitar 800 meteran yang akan ditarik dan diganti dengan meteran baru. Sekarang sudah berjalan mencapai 700 unit yang diganti. Sisanya 700 itu, tersebar di empat rayon kabupaten lainnya,” terang Rizal, Rabu (30/1/2019).

Mantan Kepala PLN Area Baubau ini menuturkan, penarikan ribuan meteran tersebut, karena dinilai produk gagal dan tak sesuai Standardisasi PLN (SPLN).

“Ada salah satu komponen pada KWH meteran prabayar yang tidak sesuai dengan standardisasi PLN. Kadang ada pelanggan biar sudah kosong pulsanya tapi masih menyala,” cetusnya.

Kata Rizal, meteran gagal produk itu bermerek Glomet yang terdiri dari dua tipe yakni GX699 dan GX600 yang saat ini sudah dilakukan penarikan secara bertahap karena bisa merugikan pelanggan.

“Kalau pelanggan ruginya itu, biar sudah beli pulsa tapi tidak menyala. Kalau PLN ruginya, pulsanya kosong tapi listriknya masih tetap menyala. Sehingga semua meteran merk Glomet akan ditarik,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pelanggan yang merupakan warga kelurahan Batalaiworu, Bensar mengaku kaget dengan pergantian meteran baru yang dilakukan oleh pihak PLN Rayon Raha.

“Kaget juga, tiba tiba ada petugas PLN yang datang di rumah dan langsung mengganti meteran yang sudah terpasang. Katanya itu produk gagal dan bisa merugikan pelanggan,” cetusnya. (a)

 


Kontributor : Nasrudin
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib