Polda Sultra Pastikan Isu Telur Palsu di Kendari Tidak Benar

Polda Sultra Pastikan Isu Telur Palsu di Kendari Tidak Benar
PENGUJIAN TELUR - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan pengujian telur di ruang di ruang Media Center Humas Polda Sultra, Selasa (23/1/2018). Hal itu untuk menjawab isu dugaan telur palsu. (Muhamad Taslim Dalma/ZONASULTRA.COM).

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah melakukan penyelidikan terhadap isu telur palsu yang video beredar di media sosial (medsos) berisi tentang telur palsu di Kendari. Hasilnya, isu tersebut tidaklah benar.

Direktur Reskrimsus Polda Sultra Kombespol Wira Satya Triputra mengatakan, penelusuran sudah dilakukan oleh Subdit I Ditreskrimsus bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra dan Peneliti dari Universitas Halu Oleo (UHO).

“Berdasarkan keterangan ahli dan hasil uji laboratorium sudah dibuktikan dugaan telur palsu tersebut tidak benar. Telur ayam yang diduga palsu itu sebenarnya berasal dari ayam petelur yang berusia lima bulan,” ujar Wira Satya di ruang Media Center Humas Polda Sultra, Selasa (23/1/2018).

Lanjut Wira, video tersebut dibuat oleh salah seorang warga berinisial MZ, dan statusnya masih sebagai saksi. Motif MZ membuat video diketahui karena ketidaktahuan tentang jenis-jenis struktur telur ayam. Padahal, tanpa disadari pembuat video hal itu telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

Video warganet itu mulai beredar pada 15 Januari 2018 lalu yang menerangkan tentang dugaan telur palsu beredar di Kota Kendari. Lalu pada 16 Januari 2018 diketahui bahwa video tersebut diupload di media sosial oleh seorang pekerja swasta inisial MZ.

Petugas Subdit I Ditreskrimsus Polda Sultra kemudian mengembangkan penyelidikan bekerja sama dengan dinas terkait. Bahkan penyelidikan sampai ke tempat sumber telur di salah satu peternakan unggas di Nanga-Nanga. Telur-telur itu kemudian diuji oleh Dokter Hewan Rikhwana dari Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra.

Hasil uji laboratorium, telur itu berasal dari ayam yang berusia 5 bulan, 14, 15, dan 18 bulan. Hasilnya tekstur dan struktur anatomi telur yang diduga palsu sama dengan telur yang berasal dari ayam usia 5 bulan.

Pengujian juga dilakukan oleh dosen Fakultas Pertanian UHO Afisitin Jowantatra di Laboratorium UHO. Hasilnya, kandungan telur yang diduga palsu identik dengan telur asli. (B)

Reporter : Muhammad Taslim Dalma
Editor : Kiki

loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib