iklan zonasultra

Polisi Pukul Seorang Jurnalis Saat Liput Demo Tolak Kedatangan TKA

Ratusan Polisi Bubarkan Massa Penolak TKA di Pertigaan Konda
TKA CHINA - Ratusan polisi membubarkan massa penolak tenaga kerja asing (TKA) asal China yang berdemonstrasi di pertigaan Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa malam (30/6/2020) sekitar pukul 22.30 Wita. (Erik Ari Prabowo/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Seorang jurnalis ZonaSultra.com Erik Ari Prabowo menjadi korban pemukulan aparat kepolisian saat mengamankan kedatangan sebanyak 105 tenaga kerja Tiongkok di Pertigaan Konda, Desa Konda Satu, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) pada Selasa (30/6/2020) malam.

Erik menceritakan, kekerasan terhadap jurnalis itu terjadi saat polisi memukul mundur puluhan pendemo. Dirinya yang tengah menulis naskah berita tiba-tiba dihantam oleh oknum polisi dengan membabi-buta memakai pentungan.

Iklan Zonasultra

“Saya tidak lihat ketika polisi datang di belakang rumah warga. Saya sementara menulis tiba-tiba handphone saya terjatuh akibat pukulan pentungan polisi. Tangan dan paha ku kena pentungan,” tutur Erik saat ditemui di lokasi demontrasi.

Usai pukulan itu, rasa perih hebat di tangan dan pahanya dialaminya. Bahkan membuat tangannya gemetaran, dampaknya ia tak bisa lagi melanjutkan menulis naskah berita. Namun, oknum polisi yang sempat memukul sadar bahwa ia adalah wartawan.

“Pas lihat id card ku, polisinya minta maaf. Sempat rasa nyut-nyut di tangan, pahaku merah, sekarang sudah baikan tapi masih trauma sampai sekarang,” pungkas dia.

Tak hanya wartawan, seorang pendemo juga mengalami luka di bagian kepala saat melakukan unjuk rasa menolak kedatangan TKA asal negeri tirai bambu itu. Luka itu diduga dari hantaman pentungan polisi yang mencoba membubarkan massa. Darah keluar bercucuran dari kepala pria itu.

Peristiwa itu terjadi dalam situasi bentrokan polisi dengan massa. Polisi sendiri memukul mundur puluhan pengunjuk rasa dan dibalas serangan batu oleh massa. Kejadian itu lantaran massa menutupi jalan yang hendak dilalui 105 TKA dengan menumpangi 20 mobil carteran.

Situasi mulai mereda ketika 105 TKA lolos dengan pengawalan ketat kepolisian. Sejumlah massa berhenti melakukan lemparan batu ke arah polisi karena hendak melarikan pria yang terluka tersebut ke ruang sakit.

Pukul 23.00 WITA polisi dan pengunjuk rasa sepakat menarik mundur masing-masing pasukan serta membubarkan diri. Kemacetan di arus jalan tersebut kembali terurai, kendaraan roda dua dan roda empat yang sempat menunggu aksi mereda akhirnya bisa melintas.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sultra Kombes Pol Ferry Walintukan yang dikonfirmasi membantah polisi membabi-buta dalam menangani demonstrasi. Menurut dia, pasukan dalmas bergerak sesuai situasi.

“Pasukan dalmas pasti bergerak sesuai dengan situasi dan ada prosedur penindakan dalam tangani massa. Nanti saya klarifikasi ke Kapolres Kendari. Coba kita duduk bersama dulu untuk pastikan posisi kasusnya,” tandas Ferry melaui whatsapp, Rabu (1/6/2020). (a)

 


Reporter : Fadli Aksar
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib