iklan zonasultra

FOTO: Potret Tumpukan Sampah di Kota Kendari

Potret Tumpukan Sampah di Kota Kendari
Tumpukan Sampah di Kota Kendari

Sudah sebulan lebih penanganan sampah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak begitu maksimal. Sampah-sampah di bak-bak penampungan kadang tidak diangkut sampai berhari-hari. Akibatnya, sampah menumpuk bahkan berserakan hingga meluber ke jalan karena bak penampungan sudah penuh. Selain merusak pemandangan, bau busuk sampah juga mengganggu pengguna jalan.

Tumpukan sampah di bak sampah yang ada di Kelurahan Purirano, Kecamatan Kendari.

Sampah yang ada di bak penampungan di sekitar Kelurahan Purirano, perbatasan Kota Kendari dan Kecamatan Soropia, Konawe. Sampah sudah berhari-hari tidak diangkut dan dibiarkan mengering. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari berasalan keterbatasan armada membuat sampah-sampah yang ada di Kecamatan Kendari kurang maksimal diangkut.

Sampah yang dibuang warga di pendakian jalan di sekitar Terminal BBM Kendari Jln. R.E Marthadinata

Setiap hari warga Kendari menghasilkan 400 ton sampah. Sampah-sampah ini hanya 80 persen saja yang bisa diangkut ke tempat pembuangan akhir

Sampah di depan SMPN 6 Kendari yang dibiarkan menumpuk hingga berhari-hari

Warga Kendari diimbau membuang sampah di tempat penampungan yang dilalui oleh armada pengangkut sampah. Namun masih saja ada warga yang membuang sampah tidak pada tempatnya sehingga sampah-sampah tersebut tidak diangkut karena armada lebih mendahulukan sampah-sampah yang ada di bak penampungan.

Warga membuang sampah tidak pada tempatnya di sekitar TPI Kendari

Pemandangan berbeda juga terlihat di sepanjang jalan bypass dari sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kendari hingga asrama dayung. Tumpukan sampah terlihat berjejer di sepanjang jalan. Sampah-sampah ini dibiarkan berhari-hari menumpuk sebelum diangkut ke tempat pembuangan akhir.

Begitu pun dengan sampah-sampah di sekitaran Kendari Beach. Sampah-sampah ini hanya dikumpulkan di satu titik sambil menunggu armada pengangkut sampah. Namun sayang hingga siang hari sampah-sampah yang didominasi plastik itu belum juga terangkut. Jika angin kencang berembus sampah tersebut ada yang terbang dan masuk ke Teluk Kendari.

Pemerintah Kota Kendari saat ini menerapkan sistem e-humas. Melalui aplikasi ini masyarakat bisa mengadukan langsung persoalan yang ada di lingkungannya. Hasilnya, laporan yang masuk didominasi persoalan penanganan sampah.

1 KOMENTAR

  1. Paminuddin memang tidak layak jadi kadis lingkungan Hidup, tidak tau tugas & tanggung jawab, kerjanya mungkin hanya pergi sosialisasi urusan pemilu legislatif

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib