iklan zonasultra

Presdir MBG Jamin Pekerja di Pabrik Smelter dari Tenaga Lokal

Presdir MBG Jamin Pekerja di Pabrik Smelter dari Tenaga Lokal
MBG GROUP- Sekretaris Daerah Provinsi Sultra Lukman Abunawas (kiri), Chairman PT. MBG Group Dong-Pyo Lim (tengah) dan Bupati Konawe Utara (Konut) saat berfoto bersama usai acara konferensi pers, Rabu (15/11/2017) malam di Kendari. PT. MBG adalah perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) yang berinvestasi di Konut untuk pengembangan pertambangan nikel. (ILHAM SURAHMIN/ZONASULTRA.COM)

Presdir MBG Jamin Pekerja di Pabrik Smelter dari Tenaga Lokal MBG GROUP– Sekretaris Daerah Provinsi Sultra Lukman Abunawas (kiri), Chairman PT. MBG Group Dong-Pyo Lim (tengah) dan Bupati Konawe Utara (Konut) saat berfoto bersama usai acara konferensi pers, Rabu (15/11/2017) malam di Kendari. PT. MBG adalah perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) yang berinvestasi di Konut untuk pengembangan pertambangan nikel. (ILHAM SURAHMIN/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI– Fenomena masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia, termasuk di Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menjadi sorotan. Terutama TKA asal Tiongkok.

Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disankertrans) Provinsi Sultra per September 2017, 14 perusahaan di Sultra mempekerjakan 1.032 orang TKA, 924 laki-laki dan 9 perempuan. Dari jumlah itu, 98 persen berasal dari Tiongkok dan 480 orang tercatat bekerja di Morosi, Kabupaten Konawe.

Kepala Disnakertrans Sultra Saemu Alwi di berbagai kesempatan menyampaikan jika banyak TKA belum memiliki dokumen kelengkapakan seperti Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTA), izin yang harus dimiliki setiap tenaga kerja asing yang dipekerjakan oleh kegiatan usaha dalam rangka penanaman modal oleh PMA/PMDN yang menggunakan tenaga kerja dalam kegiatannya.

“Tapi buktinya kita di lapangan temukan banyak di antara mereka tidak memilki itu (IMTA). Alasannya karena masih diurus, ya tugas kami sebatas itu mengawasi dan menegur. Soal pengusiran itu ranah imigrasi,” ujar Saemu.

Saat ini, Konawe Utara (Konut) kedatangan investor dari Korea Selatan (Korsel) untuk mengembangkan kawasan industri tambang nikel di daerah tersebut. Perusahaan ini bernama PT Made By Good (MBG).

Dalam acara konferensi pers bersama media dari Korsel di Kendari, Rabu (15/11/2017) malam, Zonasultra.com mempertanyakan komitmen PT MBG perihal tenaga kerja yang akan dipekerjakan di pabrik tersebut. Sebab, porsi TKA yang lebih besar ketimbang lokal akan menjadi konflik di masyarakat.

Chairman PT MBG Group Dong-Pyo Lim mengatakan, untuk mendatangkan TKA dari Negeri Gingseng tidak akan terjadi. Sebab, pihaknya telah berkomitmen untuk mensejahterakan masyarakat Konut.

“Kami pastikan prioritas pemuda-pemudi asal Konut akan kita pekerjakan mereka dan mereka kita akan kuliahkan,” ungkap Dong-Pyo Lim.

Untuk mendukung kemampuan SDM pekerja, generasi muda Konut yang memenuhi syarat akan dikuliahkan di universitas milik PT MBG Group.

Kuliah Gratis

Bupati Konut Ruksamin menjelaskan PT MBG Group memiliki komitmen untuk memberdayakan tenaga lokal dengan adanya MoU program kuliah gratis dengan Korea Advanced Institute of Science & Technology (KAIST) serta Universitas Chungbuk.

“Mereka kita kuliahkan di sana, pakai disiplin Korea. Setelah mereka selesai dan siap pakai akan dipekerjakan di pabrik smelter,” kata Ruksamin.

Bagi Presdir MBG Dong-Pyo Lim, Konut merupakan kampung halaman keduanya. Sehingga ia bersungguh-sungguh menjadikan daerah pemekaran dari Konawe itu menjadi kabupaten yang paling sejahtera di Sultra.

“Sekali lagi ucapan saya ini bukan isapan jempo belaka dan saya berjanji sekuat tenaga untuk memenuhi semua dan bertanggungjawab yang besar dari hati dan bekerja sebersih-bersihnya,” tegasnya.

Progress pembangunan pabrik smelter di Konut ini masih tahap menunggu dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal), sementara izin lain seperti izin lokasi dari Kabupaten Konut sudah diterbitkan pada Agustus lalu serta surat izin lainnya pun sudah diproses.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra Lukman Abunawas yang turut hadir dalam acara ini menjelaskan jika pemerintah daerah mendukung penuh komitmen PT MBG yang mempunyai keseriusan membangun smelter di Konut.

Apalagi menurutnya, potensi nikel di Konut begitu besar dan kualitas ore nikelnya terbaik dari 6 kabupaten lain di Sultra. (B)

 

Reporter: Ilham Surahmin
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib