Ratusan Masyarakat Napano Kusambi Gelar Aksi Tolak Perusahaan Jati Nuklir

Ratusan Masyarakat Napano Kusambi Gelar Aksi Tolak Perusahaan Jati Nuklir
GELAR AKSI - Ratusan masyarakat Kecamatan Napano Kusambi, Kabupaten Muna Barat (Mubar) menggelar deklarasi dan aksi damai untuk menolak masuknya perusahaan jati nuklir oleh PT Sele Raya Agri. Mereka menilai masuknya perusahaan tersebut dapat menghilangkan dan memutus rantai perekonomian masyarakat setempat yang notabenenya sebagai petani, Jumat (4/5/2018). (Laode Pialo/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, LAWORO – Ratusan masyarakat Kecamatan Napano Kusambi, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar deklarasi dan aksi damai menolak masuknya perusahaan Jati Nuklir oleh PT Sele Raya Agri. Mereka menilai masuknya perusahaan tersebut dapat menghilangkan dan memutus rantai perekonomian masyarakat setempat yang rata-rata petani.

“Masyarakat Napano Kusambi terancam kehilangan lahan pertanian karena semua lahan masyarakat akan di manfaatkan untuk penanaman jati nuklir tersebut,” jelas Langkumae, tokoh masyarakat Napano Kusambi saat melakukan deklarasi di lapangan Lahaji Desa Lahaji Kecamatan Napano Kusambi, Jumat (4/5/2018).

Langkumahe juga menilai masuknya PT Sele Raya Agri di Napano Kusambi tidak akan memberi nilai ekonomi yang lebih bagi masyarakat karena proses pengolahan memakan waktu 8 sampai 10 tahun.

“Ini hanya menguntungkan pihak perusahaan dan pihak pemerintah setempat, masyarakat disini hanya dimanfaatkan dan mereka akan kehilangan lahan perkebunan selama 8 sampai 10 tahun,” tuturnya.

Langkumahe juga menyampaikan bahwa masuknya perusahaan tersebut tidak prosedural karena tidak melalui sosialisasi tingkat kecamatan dan tingkat desa.

“Kita tidak tau seperti apa analogi pemerintah setempat melihat persoalan ini. Kenapa PT Sele Raya Agri langsung melakukan aktivitas tanpa sepengetahuan masyarakat. Kalau misalnya hitungan pemerintah dapat menguntungkan masyarakat kenapa tidak disampaikan melalui sosialisasi. Inikan aneh, dan patut diduga ada kepentingan lain dengan masuknya perusahaan ini,” bebernya.

Di tempat yang sama, Laode Isman selaku tokoh pemuda yang menginisisasi pergerakan tersebut menolak dengan tegas masuknya perusahaan jati nuklir. Pihaknya juga akan menutup ruang-ruang diskusi terkait persoalan ini.

Selain itu, pihaknya juga akan terus bergerak dan mendesak DPRD Mubar untuk mengevaluasi kinerja pemerintah terkait izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu.

Menanggapi hal ini, Camat Napano Kusambi La Rusia mengungkapkan akan terus melakukan langkah-langkah persuasif dengan masyarakat terkait masuknya perusahaan PT Sele Raya Agri. Menurutnya, masuknya perusahaan jati nuklir tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Yang jadi persoalan adalah masyarakat tidak mau sabar. Mereka hanya berpikir instan dan tidak memikirkan masa depan,” tuturnya.

Camat Napano Kusambi juga mengakui langkah PT Sele Raya Agri terlalu cepat melakukan aktivitas. Harusnya mereka melalukan sosialisasi dulu di tingkat kecamatan dan tingkat desa sehingga masyarakat mendapat gambaran dan pemahaman terkait program tersebut.

“Harusnya mereka mengikuti arahan dari pemda pada saat sosialisasi tingkat kabupaten. Di situ diarahkan agar terlebih dahulu melakukan sosialisasi di masyarakat sebelum melakukan aktivitas di lapangan,” terangnya.

Adapun luas lahan yang akan digunakan untuk penanaman jati nulir tersebut diperkirakan kurang lebih sekitar 3 ribu hektar yang tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kusambi (dua desa) dan Kecamatan Napano Kusambi (5 desa).

Terkait langkah teknis pihaknya juga belum mengetahui persis seperti apa pembagian hasil, namun berdasarkan informasi bahwa bagian masyarakat 12 persen dari hasil panen. (B)

 


Reporter: Laode Pialo
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib