iklan zonasultra

Ratusan Pemudik di Bombana Padati KMP Bontoharu

Ratusan Pemudik di Bombana Padati KMP Bontoharu
MUDIK - Ratusan pemudik memadati KMP Bontoharu di Dermaga Kasipute, Bombana Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (31/5/2019). (MUHAMMAD JAMIL/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, RUMBIA – Ratusan pemudik memadati Kapal Motor Penumpang (KMP) Bontoharu di Dermaga Feri Kasipute, Kabupaten Bombana, Jumat (31/5/2019). Kapal feri ini memiliki rute Tondasi Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara (Sultra) menuju Bira, Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dermaga terlihat sesak dengan ratusan penumpang dan kendaraan roda dua maupun puluhan kendaraan roda empat. Belum lagi dengan adanya penumpang lain yang mudik dari Tondasi menuju Bira.

Kapal besutan Rock on Roll ini dijadwalkan pemberangkatannya dari Dermaga Kasipute menuju Dermaga Feri Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat mulai pukul 13.00 sampai 20.00 Wita malam. Setelah itu, kapal feri ini melanjutkan perjalanan dari Dermaga Sikeli hingga tiba di Pelabuhan Bira esok harinya.

iklan zonasultra

Baca Juga : Dinkes Bombana Imbau Masyarakat Jeli Saat Belanja Produk Makanan

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bombana, Syamsul Rijal mengatakan, bahwa pemberangkatan KMP Bontoharu tersebut merupakan pelayaran kedua untuk arus mudik setelah sebelumnya beroperasi pada 25 Mei 2019 pekan lalu.

Kini, kapal feri berkapasitas gross tonnage (GT) 1.128 itu kembali melayani pemudik di H-4 lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah tahun 2019 Masehi.

“Pelayanan Feri Bontoharu untuk arus mudik kali ini adalah pemberangkatan terakhir. Jadi Kapal ini akan kembali melayani arus balik usai lebaran pada tanggal 12 Juni 2019 mendatang,” ujar Syamsul Rijal di Dermaga Feri Kasipute, Jumat (31/5/2019).

Syamsul mengingatkan ke pihak kapal agar mengantisipasi kelebihan kapasitas muatan yang bisa berdampak pada kecelakaan laut. “Meskipun saat ini banyak penumpang, tapi kami pun terus memantau aktivitas bongkar muat. Jangan sampai kelebihan kapasitas dan membahayakan kapal maupun penumpang di dalamnya,” ujarnya.

Syamsul menambahkan, arus mudik untuk tahun 2019 cukup memberikan kenyamanan bagi para penumpang dibanding tahun-tahun sebelumnya yang mana penumpang berdesak-desakan. Kehadiran KMP Bontoharu diakuinya sangat mempermudah masyarakat dalam perjalanan mudik.

“Tahun lalu kan pemudik hanya mengandalkan kapal kayu dan kapal feri dari Kasipute-Dongkala. Lonjakan penumpang juga sangat sulit diatasi hingga kelebihan muatan. Jadi, alhamdulillah tahun ini sudah lumayan bagus ketimbang tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Kapten KMP Bontoharu, Munawar Anwar menjelaskan, pihaknya berlayar dengan tetap mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) pelayaran, mulai dari pemuatan penumpang, kendaraan roda dua, roda empat dan alat berat lainnya.

“Kami menargetkan sebanyak 380 penumpang, 60 unit Kendaraan roda empat dan 150 unit motor. Tapi untuk arus mudik ini kami memuat sebanyak 45 unit mobil, 100 lebih motor, dan penumpang yang kami targetkan 300 orang naik menjadi 380 orang,” jelasnya. (B)

 


Kontributor: Muhammad Jamil
Editor: Muhamad Taslim Dalma

 

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib