iklan zonasultra

Ratusan Penumpang Terlantar di Pelabuhan Katoi

Ratusan Penumpang Terlantar di Pelabuhan Katoi
TERLANTAR - Ratusan penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Camelia di Pelabuhan Tobaku Kecamatan Katoi Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) terlantar karena tidak mendapatkan tiket kapal tujuan Pelabuhan Siwa Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan (Sulsel) Rabu (25/12/2019). (RUSMAN/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, LASUSUA– Ratusan penumpang yang akan berangkat dengan Kapal Motor Penumpang (KMP) Camelia di Pelabuhan Tobaku Kecamatan Katoi Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) terlantar karena tidak mendapatkan tiket kapal tujuan Pelabuhan Siwa Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala Pelabuhan Katoi Aras Nurdin mengatakan penyebab ratusan penumpang yang batal berangkat tersebut dikarenakan jumlah penumpang overload atau sudah melebihi kapasitas pada manifes KMP Camelia.

Berdasarkan pantauannya, kepadatan penumpang dan kendaraan tersebut terjadi sejak tiga hari terakhir menjelang liburan natal 2019 dan tahun baru 2020.

iklan zonasultra

Loading...

“Padatnya penumpang terlihat sejak tiga hari lalu, jadi kita batasi hari karena memang penumpang karena sudah overload,” kata Aras kepada awak Zonasultra.com, Rabu (25/12/2019).

Kata dia, terhadap calon penumpang yang batal berangkat, pihaknya menginstruksikan untuk bersabar menunggu jadwal keberangkatan kapal berikutnya. Namun ada beberapa penumpang lain lebih memilih untuk pulang.

Lanjut dia, kepadatan penumpang akan selalu terlihat tiga kali dalam satu tahun yakni hari besar Idul Fitri, Idul Adha dan menjelang tahun baru. Ditambah lagi ada penumpang asal Kabupaten Kolaka yang menuju Makassar Juga lebih memilih lewat Pelabuhan Katoi karena alasan lebih cepat tiba dibandingkan rute Pelabuhan Kolaka ke Pelabuhan Bajoe Kabupaten Bone (Sulsel).

“Jadwal pemberangkatan pertama pukul 08:00 Wita pagi KMP Camelia, sementara pemberangkatan kedua pukul 16:00 Wita KMP Merak,” terangnya.

Kepala Seksi (Kasi) Keselamatan Pelabuhan Katoi ini menambahkan, berdasarkan kapasitas KMP Camelia hanya sekitar 200 penumpang sementara kendaraan campuran baik roda dua dan roda empat sekitar 20.

“Untuk Kendaraan yang tidak termuat ada enam yakni truk besar (TB) ada empat dan truk sedang (TS) dua, jadi kapal kedua ini insyallah semua termuat,” terangnya.

Sementara Kepala Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Pelabuhan Tobaku Brika Ponadi membenarkan penumpang menunggu sampai 7 jam kedatangan KMP Merak. Pihaknya juga memastikan keamanan barang dan setiap penumpang itu.

“Padat memang penumpang ini hari pak, pembatasan penumpang dilakukan karena bagian dari keselamatan karena biasanya akhir tahun cuaca tidak menentu,” tandasnya. (A)

 


Kontributor : Rusman
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib