iklan zonasultra

RD Ilegal Kembali Ditemukan Beredar di Mall Mandonga Kendari

RD Ilegal Kembali Ditemukan Beredar di Mall Mandonga Kendari
RD ILEGAL - Sejumlah produk RD ilegal ditemukan pada salah satu penjual pakaian wanita di Mall Mandonga Kendari oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kamis (16/11/2017). Pedagang menjual paket ini seharga Rp. 350 ribu. (ILHAM SURAHMIN/ZONASULTRA.COM)

RD Ilegal Kembali Ditemukan Beredar di Mall Mandonga KendariRD ILEGAL – Sejumlah produk RD ilegal ditemukan pada salah satu penjual pakaian wanita di Mall Mandonga Kendari oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kamis (16/11/2017). Pedagang menjual paket ini seharga Rp. 350 ribu. (ILHAM SURAHMIN/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Kosmetik ilegal bermerek RD kembali ditemukan beredar oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kendari di Mall Mandonga, Kamis (16/11/2017).

Tim Balai POM Kendari Ahmad Lalo mengatakan ada 14 paket kosmetik RD yan diamankan. Setiap paketnya terdiri dari 1 buah toner, sabun, cream malam dan cream siang. Sepaketnya dijual dengan harga Rp. 350 ribu.

“Ini pengakuan penjaga toko, dia jual langsung, sedangan pemilik toko tidak berada ditempat,” ungkap Ahamd Lalo kepada zonasultra.com.

Uniknya produk kosmetik ini ditemukan di tempat penjual pakaian atau busana wanita. Selain itu, ada pula penjual pakaian yang menyerahkan secara langsung kepada BPOM produk RD yang digunakan.

Seperti diketahui, produk RD sempat menjadi buah bibir warga Kota Kendari saat BPOM menyatakan bahwa produk tersebut tidak memiliki izin edar atau berlabel BPOM.

“Apabila tidak memiliki izin edar sudah barang pasti produk tersebut tidak aman untuk digunakan, apalagi kandungan cream RD mengandung merkuri,” pungkasnya.

Baca Juga : Semua Produk Kosmetik RD Mengandung Bahan Merkuri, BPOM Kendari: Stop Menggunakan

Kendati demikian, belum lama produk transformasi RD, Rina Diazela sudah dilaunching serta mendapatkan izin edar dari BPOM dan dinyatakan aman untuk digunakan masyarakat.

“Ini produk lama ya, sisa yang dulu, sekarang kalau Rina Diazela itu sudah bisa digunakan. Jadi bedakan RD dan Rina Diazela,” imbuhnya

Ahmad Lalo menambahkan jika modus menjual kosmetik di butik sudah sering ditemukan pihaknya saat melakukan investigas lapangan dan ditengarai produk ini masih banyak beredar di Mall Mandonga dan dijual oleh penjual pakaian.

Ada tiga toko yang didatangai tim BPOM Kendari, salah satu pemilik toko Kartini (50) mengatakan barang yang dijual ditokonya adalah barang titipan dan ia tidak mengetahui jika produk tersebut tidak aman dan beberapa kosmetik memiliki label BPOM namun dinyatakan palsu.

“Saya tidak akan lagi menjual kalau begini jadinya,” ungkap Kartini.

Sejauh ini sanksi yang diberikan BPOM Kendari adalah surat teguran atau peringatan, dan sejumlah produk tersebut diamankan di Kantor BPOM Kendari. (B)

 

Reporter : Ilham Surahmin
Editor : Tahir Ose

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib