iklan zonasultra

Remaja Asal Konawe Dilaporkan Tenggelam Saat Mandi di Sungai

Ilustrasi
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, UNAAHA – Ahmad Rianto, remaja 17 tahun warga Kelurahan Uepai, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), dilaporkan tenggelam saat sedang asyik mandi di Sungai Konaweeha.

Sepupu korban, Asrifal menjelaskan, sekira pukul 17.00 WITA seusai bekerja dia bersama tiga orang kerabatnya termasuk korban berniat mandi di sungai Konaweeha yang jaraknya tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Sesampainya di lokasi kejadian, ia dan dua orang lainnya langsung turun ke sungai untuk mandi, sementara korban masih duduk dipinggir sungai.

“Kemudian dia turun ikut om (paman) saya mandi ke bagian tengah, tidak lama dia minta tolong karena dia tidak bisa berenang. Om saya yang berdekatan berusaha menariknya, tapi arusnya deras terlepas,” kata Asrifal disela-sela upaya pencarian di tempat kejadian perkara, Selasa (03/11/2020)

Melihat korban terlepas lanjutnya, ia langsung terjun ke sungai untuk menolong, namun ia justru nyaris menjadi korban kedua.

“Saya peluk dia (Korban), saya berusaha mencari tumpuan untuk bisa menaikan dia, tapi karena sungainya dalam saya tidak dapat pijakan. Saya berusaha tetap tidak mau lepas dia hanya kaki dan tangan saya mulai keram, dan saya sudah kelelahan akhirnya saya lepas dan berteriak minta tolong,” ujarnya.

Saat ini proses pencarian terhadap korban Ahmad Rianto masi terus dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencara Daerah (BPBD) Konawe, Badan Sar Nasional (Basarnas), dan dibantu warga setempat.

Anggota TRC Konawe, Malik Rizal menjelaskan, sejak kemarin, Senin (2/11/2020) pihaknya telah menurunkan satu unit perahu karet untuk melakukan pencarian hingga malam harinya, namun hingga saat ini korban belum ditemukan.

“Kita terus melakukan penyisiran sepanjang areal sungai, saat ini areal pencarian sekitar tiga kilo meter dari titik pertama korban terlihat. Hasilnya masih nihil tapi tim masih terus melakukan pencarian,” ujar Kiking sapaan akrabnya.

Berdasarkan pantauan awak media, selaih BPBD dan Basarnas yang mendirikan posko, pihak keluarga juga telah mendirikan tenda posko untuk membantu proses pencarian terhadap korban yang saat ini duduk dibangku kelas III SMA Negeri 1 Uepai. (a)

 


Kontributor : Restu Tebara
Editor : Rizki Arifiani

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib