Resmikan Kampus B USN di Buteng, Azhari: Ini Bukti Perhatian Presiden Jokowi

Resmikan Kampus B USN di Buteng, Azhari: Ini Bukti Perhatian Presiden Jokowi
PENYERAHAN SK - Kepala Biro Hukum dan Organisasi Setjen Kemenristek Dikti, Ani Nurdiani Azizah menyerahkan SK pengoperasian kampus B USN di Buteng kepada Rektor USN Azhari di balai kecamatan Mawasangka, Senin (25/2/2019). (Abdul Saban/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, LABUNGKARI – Universitas Sembilanbelas November (USN) secara resmi mengoperasikan kampus B di kecamatan Mawasangka, kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (25/2/2019). Kampus ini merupakan salah satu bagian dari kesatuan kampus USN yang ada di kabupaten Kolaka.

Kepastian pengoperasian kampus ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) melalui Kepala Biro Hukum dan Organisasi Setjen Kemenristek Dikti, Ani Nurdiani Azizah kepada Rektor USN Azhari di balai kecamatan Mawasangka hari ini.

Rektor USN, Azhari dalam kesempatan itu mengatakan bahwa pengoperasian kampus B USN Kolaka di Mawasangka itu merupakan hasil dari perjuangan masyarakat di daerah itu yang ingin memiliki lembaga pendidikan tinggi negeri.

Kata dia, sejak dulu hingga saat ini tidak pernah ada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di pulau Muna dan Buton, karena dua pulau ini bukan ibukota provinsi Sulawesi Tenggara. Padahal setiap tahun ada 20 ribuan lulusan siswa SMA/SMK yang berasal dari dua pulau tersebut.

“Sementara jumlah ini tidak dapat diakomodir oleh perguruan tinggi negeri dan swasta di Sultra. Kita berharap, dengan adanya kampus B USN di Buteng ini dapat memperluas akses masyarakat untuk mendapatkan layanan pendidikan tinggi,” kata Azhari dalam sambutannya di acara tersebut.

“Ini kampus Muna dan Buton. Jadi siapapun yang mau jadi rektornya nanti, maka saya pesan agar kampus ini dinamakan Universitas Buton Muna,” tambah Azhari.

Resmikan Kampus B USN di Buteng, Azhari: Ini Bukti Perhatian Presiden Jokowi

Kampus B USN di Buteng akan dikembangkan menjadi universitas dengan menyediakan berbagai macam program studi seperti yang telah tersedia di kampus utama USN di kabupaten Kolaka.

Dia juga menjelaskan, posisinya di ujung utara Pulau Muna berada tepat di depan laut Banda menjadikan Mawasangka sebagai daerah terluar Indonesia.

“Dengan disetujuinya pengoperasian kampus USN di Mawasangka menjadi fakta bahwa pemerintah di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat memperhatikan pembangunan di daerah-daerah pulau terluar Indonesia,” katanya.

Azhari juga mengajak semua akademisi asal pulau Muna dan Buton yang bertugas di daerah rantau untuk membantu pengembangan kampus ini. ” Jika ingin membangun kampus ini, silahkan pindah, saya akan terima dengan senang hati,” ujarnya.

Selain itu, rektor PTN termuda se Indonesia ini juga menegaskan bahwa dengan adanya kampus PTN di Buteng ini, maka tidak ada lagi alasan bagi anak yatim piatu ataupun masyarakat tidak mampu untuk tidak kuliah.

“Kalau ada mahasiswa dari keluarga yatim-piatu atau masyarakat miskin, silahkan berkuliah di USN, kami siapkan beasiswa,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Buteng, Samahuddin memastikan dukungannya terhadap pembangunan kampus tersebut. Dia juga memastikan akan membangun pengaspalan jalan menuju kampus tersebut.

“Tahun ini kami sudah anggarkan untuk pembangunan jalan menuju kampus,” kata Samahuddin.

Di tempat yang sama, Kepala Biro Hukum dan Organisasi Setjen Kemenristek Dikti Ani Nurdiani Azizah mengungkapkan bahwa pengajuan rencana pendirian kampus tersebut sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu.

Seperti kata Azhari, Ani Nurdiani Azizah juga mengungkapkan bahwa restu untuk mendirikan kampus negeri di Mawasangka merupakan wujud keberpihakan pemerintah di sektor pendidikan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat di daerah-daerah terluar Indonesia.

“Ada studi yang mengatakan bahwa kemajuan suatu daerah ditentukan oleh kualitas SDM dan tingkat kesehatan masyarakat. Untuk itu, pemerintah saat ini gencar membangun kedua sektor itu,” katanya.

Ani juga merekomendasikan agar pihak USN membentuk program studi yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya alam di daerah setempat.

Diketahui, kampus B USN di Buteng nantinya berdiri di atas lahan seluas 100 hektare yang diwakafkan oleh warga adat dan 70 hektare di antaranya telah bersertifikasi resmi dari Badan Pertanahan Nasional.

Pihak USN juga tidak mengeluarkan angggaran sepersen pun untuk biaya pengurusan sertifikat tanah tersebut. Itu karena perhatian warga Buton untuk mendorong dan mendukung pembangun kampus USN di daerah itu.

Kampus B USN sendiri sudah mulai dibuka tahun ini mengikuti jadwal seleksi mahasiswa baru secara nasional. Satu dari tiga program studi yang akan dibuka nanti adalah Diploma IV Keperawatan. (*)

 


Penulis: Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib