iklan zonasultra

Riwayat Hidup Jakub Silondae dan Pencetus Lahirnya Provinsi Sultra

MELAYAT - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi saat melayat ke kediaman Jakub Silonde, Jalan Balaikota III, Kota Kendari Kamis (17/1/2019) yang didampingi Yusran Silondae. (ILHAM SURHAMIN/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM,KENDARI– Jakub Silondae lahir di Andoolo, Konawe Selatan (Konsel) pada tanggal 20 Mei 1927. Menjalani pendidikan pertamanya di Sekolah Dasar (SD) Andoolo, kemudian lanjut di Vervlog School di Kendari serta Sekolah Pertanian di Wawotobi, Konawe.

Ia juga pernah mengenyam pendidikan di sekolah Jepang yakni Sihan Gako di Makassar, dan akhirnya menamatkan pendidikan SMA di Makassar perguruan nasional anti NICA Belanda.

Jakub melanjutkan studinya di Fakultas Public Administration UNTAG di Jakarta, sekolah staff dan Pimpinan Kementerian Penerangan RI tahun 1952-1954.

iklan zonasultra

(Baca Juga : Mantan Wagub dan Pejuang Sultra Jakub Silondae Wafat)

Tahun 1957- 1958, mantan bupati pertama kabupaten Kolaka ini melanjutkan pendidikan di School of Public Relations and Comunication Boston University, USA dan terakhir di Sekolah staf dan pimpinan administrasi (SESPA) di Jakarta pada tahun 1974.

Riwayat Perjuangan

Jakub Silondae juga aktif dalam perjuangan pada masa kemerdekaan RI tahun 1945, dimana pada tanggal 9 September 1945 bersama seluruh rakyat Andoolo dan sekitarnya mendeklarasikan daerahnya sebagai daerah defacto pemerintah RI yang telah di Proklamasikan oleh duet presiden Soekarno-Hatta.

Jakub SilondaeIa juga pernah menjadi komandan kompi IV pasukan PKR dengan pangkat letnan juga menjadi bagian dari Batalion V pimpinan Moh. Ali Silondae dengan pangkat kapten, yang merupakan bagian dari Brigade IV PKR yang berpusat di Kolaka.

Jakob juga aktif berjuang secara bergerilya dalam melakukan perlawanan baik bersenjata maupun dengan politik non coporation terhadap NICA/Belanda dalam mempertahankan NKRI sejak proklamasi hingga penyerahan kedaulatan negara tanggal 27 Desember 1949 silam.

Tahun 1950 ia pun aktif mencetuskan gagasan pembentukan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terdiri dari Onder Afdeling Laiwoi, Buton, Muna dan Kolaka melalui organisasi Persatuan Masyarakat Indonesia Sulawesi Tenggara (Permaist).

Pada tahun 1954 bersama Permaist berhasil memperjuangkan pembagian daerah pemilihan tingkat satu Sulawesi Selatan/Tenggara terpisah menjadi dua yaitu Sulsel dan Sultra terdiri dari Buton, Muna, Kendari dan Kolaka. Iniliah embrio politis dan juridis terbentuknya provinsi Sulawesi Tenggara.

Jakub SilondaeBersama tokoh dari Kolaka ia aktif memperjuangkan dan mempertahankan terbentuknya daerah tingkat II kabupaten Kolaka pada tahun 1958-1959.

Pada tahun 1960-1967 Jakub menjadi anggota MPRS RI, pada tahun 1987-1992 dan lanjut 1992-1997 ia menjadi anggota DPR RI dan MPR RI.

Anak kedua Jakub Silondae, Yusran Silondae saat ditemui awak zonausltra mengatakan, sosok sang ayah merupakan orang tua yang memberikan perhatian sangat mendalam kepada keluarga dan anaknya. Terutama perihal kedisiplinan dan pendidikan menjadi prioritas.

“Pribadi beliau mempunyai rasa tanggungjawab besar terhadap daerah sepanjang hidupnya diabdikan kepentingan negara, agama bangsa dan daerah waktunya lebih untuk daerah daripada kepentingan pribadi,” ungkap anggota DPD RI ini, Kamis (17/1/2019).

“Orangtua kami juga ini sebagai pencetus ide lahirnya bumi anoa, dan mendapat kepercayaan menjadi bupati Kolaka dan Wakil Gubenrur yang pertama bersama Laode Hadi,” jelasnya.

Pengalaman Pemerintahan

Pada tahun 1950-1952 Jakub Silondae menjadi Kepala Penerangan Daerah tingkat II Sultra di Baubau. Staf Direktorat Jenderal Penerangan Dalam Negeri di Jakarta pada tahun 1952-1954.

Jakub SilondaeWakil Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Provinsi Sultra pada tahun 1965-1970, Staff Ahli Menteri Penerangan Bidang Pemerintahan dan Politik pada tahun 1971-1975. Kanwil Departemen Penerangan Provinsi Bengkulu tahun 1975-1980 serta Wakil Ketua Panitia Pemilihan Daerah tingkat I Bengkulu pada tahun 1975-1980.

“Semasa hidup beliau dihabiskan hanya untuk mengabdi, sampai sekarang pun beliau terus memantau perkembangan di daerah kita ini,” pungkas Yusran.

Tanda Jasa

Jakub Silondae mendapatkan tanda jasa pahlawan perjuangan gerilya membela kemerdekaan negara proklamasi 17 Agustus 1945 oleh presiden Soekarno tanggal 10 November 1958.

Gelar kehormatan veteran pejuang kemerdekaan RI golongan A NPV-17.010.292 oleh Menteri Pertahanan Keamanan/ Panglima Angkatan Bersenjata/Wapangap Laksamana TNI Sudomo, tanggal 30 Oktober 1981.

Jakub SilondaePiagam bintang legiun veteran RI, Satya Lencana Karya Satya Kelas I dari Presiden atas jasa dan pengabdian kepada negara sebagai PNS.

Yusran menambahkan meski sang ayah terlihat sibuk dengan kerjaannya Jakub Silondae tak lupa selalu memberikan perhatian khusus kepada sebelas anaknya.

“Sibuk, tapi perhatian kepada anak dan keluarga tetap berjalan dengan baik,” tukasnya.

Untuk diketahui, Jakub Silondae tutup usia, Rabu (16/1/2019). Berdasarkan informasi yang dihimpun ia mengembuskan nafas terakhirnya pada pukul 23.15 WITA pada usia 92 tahun di RS Bhayangkara Kendari.

Yusran pun mengatakan jika ayahnya tidak mengidap penyakit yang serius, hanya saja diagnosa dokter akibat faktor usia yang membuat kesehatan Jakub Silondae mulai menurun.

 


Reporter : Ilham Surahmin
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib