Safari Ramadan Plt Walikota Kendari di Labibia, Warga Keluhkan Infrastruktur Jalan

Safari Ramadan Plt Walikota Kendari di Labibia, Warga Keluhkan Infrastruktur Jalan
SAFARI RAMADAN - Plt Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir saat memberikan ceramah agama di Masjid Baburahman, Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga, Sabtu (9/6/2018). Kegiatan ini dalam rangka safari Ramadan Plt wali kota di bulan suci Ramadan. (RAMADHAN HAFID/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melakukan safari Ramadan di Masjid Baburahman, Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga, Sabtu (9/6/2018) malam.

Momen ini dimanfaatkan warga untuk menyampaikan keluhan mereka kepada Plt wali kota. Warga RW 02 Kelurahan Labibia misalnya, mereka mengeluhkan kondisi jalan yang rusak di lingkungan mereka dan tak kunjung diperbaiki.

Ketua panitia pembangunan Masjid Baburahman, Kelurahan Labibia Jaali mengatakan, hampir seluruh Wali Kota Kendari yang menjabat, sangat minim perhatian terhadap mereka yang tinggal di perbatasan.

“Kami minta diperhatikan, kondisi masjid juga sangat terbelakang. Warga juga belum mampu membenahi masjid karena masih banyak warga kurang mampu di sini. Untuk membenahi mesjid harus ada bantuan Pemkot, masjid ini dibangun tahun 2001. Dibangun dengam swadaya masyarakat dan rencana akan dibangun baru, semoga menjadi perhatian,”ujarnya dihadapan Sulkarnain.

Plt Wali Kota Kendari Sulkarnain mengatakan, Pemkot sengaja memilih lokasi safari ramadan di Mesjid Baburahman untuk memastikan perlakuan yang sama pada semua warga kota.

(Baca Juga : Tips Sehat Berpuasa Ala Plt Wali Kota Kendari)

“Apa yg disampaikan itu jadi isyarat, semoga bisa terjawab dan terpenuhi harapannya, karena disini hadir beberapa organisasi perangkat daerah (OPD),” ungkapnya.

Sementara dalam ceramah Ramadannya, Ketua DPD PKS Kota Kendari ini menyayangkan kondisi jamaah memasuki akhir Ramadan, dimana disebagian besar masjid di Kota Kendari yang jumlah jamaahnya semakin berkurang. Namun menurutnya, jamaah yang masih bertahan itu merupakan orang-orang pilihan.

Ia juga mengingatkan kepada warga agar tidak menyalah artikan kemenangan, sebab yang di contohkan Rasulullah, kemenangan itu ketika berhasil menghadapi dan mengendalikan diri terhadap hawa nafsu.

“Masih banyak orang yang mengartikan kemenangan itu dalam bentuk baju baru, banyak kue atau banyak hal-hal baru,” terangnya. (B)

 


Reporter : Ramadhan Hafid
Editor : Abudul Saban
loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib