iklan zonasultra

Salah Teknis Penganggaran, BLUD RSUD Buton Belum Berfungsi

Ketua Unit Trafusi Darah (UTD) Buton Ramli Code
Ramli Code

ZONASULTRA.COM, PASARWAJO – Secara administrasi, di tahun 2018 ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasarwajo Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara seharusnya sudah beralih fungsi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Namun karena terdapat kesalahan terknis penganggaran, sehingga hal itu tak bisa dilakukan.

Direktur RSUD Buton Ramli Code mengatakan, saat penyusunan rencana anggaran di Badan Penggelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Buton yang selanjutnya dibahas DPRD, pihaknya hanya mengusulkan satu DPA yakni dari APBD. Sementara syarat operasional BLUD harus memiliki dua sumber penganggaran yakni dari pendapatan rumah sakit sendiri dan APBD.

“Tapi ini dibuat hanya satu, maka sama dengan DPA nya RSUD. Sehingga kalau kita mau paksakan BLUD tidak bisa,” kata Ramli Code, Selasa (13/2/2018).

Walau begitu, Ramli tidak mau mengakui kalau itu bukan kelalain pihaknya. Sebab, dari BPKAD dan Bappeda Buton juga tidak mengingatkannya jika rumah sakit dan BLUD itu seharusnya dibuat dalam dua mata anggaran, yakni dari pendapatan rumah sakit itu sendiri dan sumber kedua dari APBD.

“Pada akhirnya ketidak tahuan itu, kita buat satu DPA yang sama dengan DPA tahun lalu,” katanya.

Akibatnya, kendati RSUD Pasarwajo secara administrasi sudah menjadi BLUD, namun sistim operasionalnya masih sama dengan RSUD. Sehingga secara teknis belum ada perubahan.

Sebagai direktur, Ramli Code menyadari bahwa kesalahan teknis penanggaran ada pada pihaknya. Sehingga hal ini akan segera diperbaiki agar dapat dilakukan penyesuaian dalam pembahasan APBD Perubahan 2018 mendatang.

“Jujur itu merupakan kesalahan dan kekeliruan saya sebagai direktur. Tapi sebagai solusinya kami akan membuat perencanaan sebelum masuk perubahan anggaran,” tandasnya. (B)

 


Reporter : Nanang
Editor : Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib