iklan zonasultra

Sampel Organ Otak Anjing di Kolut Positif Rabies

Sampel Organ Otak Anjing di Kolut Positif Rabies
SAMPEL KEPALA ANJING - Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah mengirim sampel organ otak dua ekor anjing di laboratorium, Balai Besar Veteriner Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Hasilanya, anjing yang menyerang warga Kolut selama ini positif rabies. (Rusman/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, LASUSUA – Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah mengirim sampel organ otak dua ekor anjing di laboratorium, Balai Besar Veteriner Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Hasilanya, anjing yang menyerang warga Kolut selama ini positif rabies.

Dokter Hewan dari Balai karantina Pertanian Kelas II Kendari, Andrika mengatakan dua ekor anjing telah dibedah pada bagian kepala kemudian otaknya dijadikan sampel. Sampel itu dikirim pada Sabtu (16/2/2019) lalu untuk dilakukan uji Fluorescent Antibody Test (FAT) dan hasilnya dinyatakan ada rabies pada otak anjing tersebut.

“Sampel organ otak Anjing itu diuji di Laboratorium Balai Besar Veteriner Maros, sudah ada hasil dan dinyatakan keduanya positif rabies,” kata Andrika, Kamis (21/2/2019).

Dua otak anjing yang dijadikan sampel didapatkan dari Kecamatan Lasusua dengan cara diracun, sementara satu ekor lagi dari Desa Tadaumerah Kecamatan Ngapa yang dibunuh dengan cara tombak oleh warga.

(Baca Juga : Kenali Ciri Anjing Gila dan Cara Penanganan Gigitannya)

“Yang di Ngapa itu anjing jenis betina, kalau di Lasusua jenis jantan tiga hari hasilnya baru kita ketahui pak,” ujar Andrika.

Penyebaran penyakit tersebut akan semakin cepat tersebar bila tidak ada penangan lebih serius. Menurutnya anjing yang positif rabies itu akan bermain dan menggigit anjing lainnya sehingga menularkan virus akan lebih meluas.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kolut Irham juga membenarkan bahwa hasil pemeriksaan otak anjing yang dijadikan sampel positif terserang rabies. Menindaklanjuti permasalahan itu maka pihaknya akan menjadikan perhatian khusus dan berkomitmen yang kuat untuk memberantas masalah rabies.

“Hasil tes laboratorium sudah dipastikan rabies jadi untuk langkah selanjutnya masyarakat harus lebih hati-hati jika ketemu anjing liar,” tandasnya. (B)

 


Kontributor : Rusman
Editor : Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib