iklan zonasultra

Satu Kantor Desa di Kolut Ludes Terbakar

Satu Kantor Desa di Kolut Ludes Terbakar
KEBAKARAN - Kantor Desa Bukit Baru, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) terbakar sekitar pukul 03:00 Wita, Kamis (29/3/2018). Tak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun harta benda dalam kantor desa itu hangus terbakar. (Rusman/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, LASUSUA – Kantor Desa Bukit Baru, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) terbakar sekitar pukul 03:00 Wita, Kamis (29/3/2018). Tak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun harta benda dalam kantor desa itu hangus terbakar.

Api secara cepat menjalar sekitar 10 menit dan melalap bangunan semi permanen sehingga rata dengan tanah. Tak hanya itu, dua unit laptop dan printer serta beberapa lemari tempat penyimpanan berkas dan alat dapur serta peralatan tenaga surya juga hangus terbakar.

Kepala Desa Bukit Baru, Mustamin mengatakan, sudah satu bulan aparat desa melakukan kegiatan di kantor desa tersebut. Aktifitas yang dimaksud adalah pemberkasan untuk warga terkait penurunan status hutan yang ada di daerah itu.

iklan zonasultra

Namun sekitar pukul 23:00 Wita tiga aparat desa yang terakhir meninggalkan kantor desa setelah selesai mengerjakan berkas, dan tepat pukul 03:00 terjadilah musibah tersebut.

Satu Kantor Desa di Kolut Ludes Terbakar

“Saya tidak menyangka kebakaran itu bisa terjadi karen dari semua penyebab kebakaran seperti kompor gas yang berada di dapur tidak pernah di nyalakan selama tiga hari,” tutur Mustamin.

Dirinya memastikan penyebab api itu berasal dari dalam ruangan karena di sekitar kantor desa tidak ada sedikitpun yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

“Kebakaran kantor desa itu tidak ada listrik karena penerangan untuk aktifitas malam menggunakan tenaga surya,” ungkapnya.

“Memang ada kompor gas dikantor desa tapi sudah satu hari satu malam di pernah di kasi menyala menurut keterangan sekdes,” tambahnya.

(Baca Juga : Rumah Warga Kolut Terbakar, Uang Rp 10 Juta di Bawah Kasur Ludes)

Kantor desa itu aktif melayani, sehingga Mustamin menganggap tidak wajar pemicu munculnya api sangat kecil kemungkinan dari luar kantor.

“Menurut saya kebakaran itu tidak wajar, semua pelayanan kita aktifkan di kantor. Jadi semua berkas-berkas hangus tidak ada yang tersisa,”bebernya.

Mustamin menambahkan, awal kemunculan api tersebut tidak dapat dipastikan karena rumah warga agak berjauhan sehingga api semakin membesar. Tidak ada upaya melakukan pemadaman baik dari warga sekitar apalagi melakukan pemanggilan pemadam kebakaran, sebab setibanya di lokasi kejadian api sudah menghanguskan kantor desa.

“Api sudah membesar sudah tidak bisa ada orang mendekat,kalaupun pemadam datang hanya puin-puin saja dia siram,” terangnya.

Lebih lanjut Mustamin menjelaskan, pihak kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi yang pertama melihat kebakaran itu, dan tiga aparat desa yang terakhir meninggalkan kantor desa namun belum di ketahui penyebab kemunculan api tersebut.

“Saya taksir kerugian akibat kebaran tersebut ditaksir Rp.150juta,”tandasnya. (B)

 


Reporter : Rusman
Editor : Kiki
Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib