iklan zonasultra

Sayembara Masterplan Kawasan Wisata Toronipa Kembali Dibuka

Sayembara Masterplan Kawasan Wisata Toronipa Kembali Dibuka
SAYEMBARA - Sempat tertunda karena pandemi virus corona atau Covid-19, sayembara pembuatan desain atau masterplan Kawasan Pariwisata Terpadu (KPT) Toronipa kembali dibuka. (Randi Ardiansyah/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Sempat tertunda karena pandemi virus corona atau Covid-19, sayembara pembuatan desain atau masterplan Kawasan Pariwisata Terpadu (KPT) Toronipa kembali dibuka.

Dibukanya pendaftaran sayembara tersebut berdasarkan surat nomor 050/174/Dispar/VI/2020 tentang pelanjutan kegiatan sayembara penyusunan master plan Kawasan Pariwisata Terpadu Toronipa.

Sayembara untuk pembuatan karya dimulai hari ini, 23 Juni hingga 27 Agustus 2020. Pendaftar dapat memasukkan karya 3D dan animasi baik softcopy ataupun hardcopy paling lambat 27 Agustus 2020. Kemudian penjurian dimulai 28 Agustus sampai 4 September 2020 serta pengumuman pada 8 September 2020.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sultra, I Gede Panca mengatakan, dengan diberlakukannya kenormalan baru (new normal) pada 5 Juni 2020 lalu, sayembara ini kembali dibuka.

Hingga saat ini, sudah ada 24 kelompok yang mendaftar sebagai peserta sayembara. Dua di antaranya merupakan peserta dari Sultra, sementara sisanya adalah peserta dari luar Provinsi Sultra.

“Duanya itu dari Kendari dan Kabupaten Kolaka,” kata I Gede Panca, Selasa 23 Juni 2020.

Sementara itu, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sultra, Kiki mengatakan, peserta yang ingin mendaftar harus mengikuti syarat dan ketentuan dari kerangka acuan kerja (KAK) yang telah disediakan oleh Dispar Sultra.

Sebab, KAK tersebut akan menjadi acuan para peserta lomba untuk membuat grand desain kawasan pariwisata Toronipa yang di dalamnya berisi informasi terlait luas wilayah kawasan, fasilitas penunjang serta beberapa hal teknis lainnya.

“Tidak ada yang berubah. Salah satu syaratnya itu kalau kelompok minimal ketua kelompok harus punya sertifikat profesional dari IAI dan perencana wilayah kota,” ujar Kiki.

Ia membeberkan, juri yang akan menilai setiap karya peserta mayoritas merupakan juri independen yang berasal dari luar Sultra di antaranya, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf), IAI Nasional dan lain-lain.

“Kemudian ada ahli budaya, ahli lingkungan, ahli tata ruang dan lain-lain,” jelasnya.

Dari seluruh grand desain yang masuk, kata kiki, tim juri akan memilih tiga terbaik untuk diserahkan ke Gubernur Sultra, Ali Mazi.

“Nanti dari tiga itu akan dipilih oleh gubernur untuk keluar sebagai pemenang,” tambahnya.

Koordinator sanyembara, Syukur mengimbau peserta yang ingin memasukan standar protokol kesehatan ke dalam master plan yang dibuat akan menjadi nilai tersendiri bagi juri.

“Kita imbau seperti itu. Tapi jika tidak juga tidak apa-apa,” tutupnya. (B)

 


Reporter: Randi Ardiansyah
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib