iklan zonasultra

Sekolah Direhab, Ratusan Murid SDS di Bombana Libur Belajar

Sekolah Direhab, Ratusan Murid SDS di Bombana Libur Belajar
PROGRAM REHABILITASI - Seluruh ruang kelas belajar (RKB) di Sekolah Dasar Swasta (SDS) Khoirussunan Nahdatul Wathan di Desa Langkowala, Kecamatan Lantary Jaya, Bombana di rehabilitasi. Proses pembangunan sekolah ini pun harus mengorbankan aktivitas belajar siswa hingga diliburkan. Rencananya, 127 Orang murid di sekolah itu akan diaktifkan per 1 Januari tahun 2020 mendatang. (Foto: MUHAMMAD JAMIL/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, RUMBIA – Ratusan murid di Sekolah Dasar Swasta (SDS) Khoirussunnan Nahdatul Wathan di Desa Langkowala, Kecamatan Lantary Jaya, Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) terpaksa diliburkan. Terhentinya aktivitas belajar mengajar di sekolah itu, akibat adanya proses pembangunan rehabilitasi bangunan yang diduga tidak terjadwal dari pihak sekolah.

Sebanyak 127 orang murid yang duduk di bangku sekolah yang didirikan sejak tahun 2014 silam ini pun, telah dua pekan tidak ada proses belajar mengajar (PBM). Rencananya, aktivitas belajar di sekolah itu akan kembali dijalankn pada tanggal 1 Januari 2020 mendatang.

Terhentinya PBM di sekolah tersebut tentunya dikeluhkan orang tua siswa. Mereka menyesalkan pihak sekolah tidak bisa mencari solusi agar PBM tetap berlangsung meski di luar ruangan.

iklan zonasultra

Baca Juga : Pemkab Bombana Dukung Penuh BPJAMSOSTEK

Herman, warga Desa Langkowala selaku orang tua siswa mempertanyakan tindakan sekolah yang dianggap tiadk mengikutiaturan kurikulum dalam pembelajaran. Ia mengaku heran puteranya yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut telah libur selama dua pekan terakhir. Sementara, sekolah lainnya masih aktif belajar.

” Terus terang kami heran sebagai orang tua siswa disini. Kenapa hanya karena alasan sekolah lagi dibangun, lantas anak kami diliburkan, kan kesannya aneh,” geram Herman ditemui di Desa Langkowala, Rabu (4/12/2019).

Ia hanya meminta ketegasan pihak sekolah maupun dinas pendidikan setempat untuk mengatasi masalah itu secepatnya. Sebab, menurut dia, pembangunan sekolah tidak bisa dijadikan alasan untuk menghentikan aktivitas belajar siswa.

” Kami masih tidak faham dengan kondisi ini, padahal anak kami berhak mendapatkan pengajaran yang sam a dengan sekolah-sekolah lain yang ada di daerah ini,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala SDS Khoirussunan NW, Abdul Rahman menjelaskan bahwa, pihaknya meliburkan siswa sejak tanggal 18 November 2019 hingga 1 Januari 2020 dengan alasan ada bantuan pembangunan ruang kelas belajar (RKB) sebanyak 5 unit. Kondisi ini menyulitkan dirinya untuk mencari alternatif bagi siswa untuk tetap belajar.

” Iya, sudah dua minggu siswa kami libutkan,” kata Rahman di sekolah tersebut.

Ia menjelaskan, pihaknya meliburkan siswa dengan alasan sudah lebih dulu melaksanakan proses ulangan semester, sehingga tidak mengurangi hari efektif pembelajafan sesuai kurikulum yang berlaku.

” Mereka (siswa) telah lebih dulu seminggu sebelum masa aktif belajar dan mengejar materi untuk belajar siswa karena ada agenda pembangunan rehabilitasi sekolah, meskipun harus dengan cara full day. Jadi, apa salahnya. Kami pun merencanakan untuk tahap ini saja karena situasinya. Siswa pun akan diaktifkan belajarnya satu minggu sebelum masa aktif pasca libur nantinya. Intinya kami sudah pertimbangkan semuanya,” terangnya.

Terkait pembangunan sekolah tersebut, Rahman menurturkan bahwa mulanya sekolah itu hanya punya satu gedung yang menampung puluhan siswa SD dan bahkan murid taman kanak-kanak (TK). Pihaknya pun berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas PBM hingga mendapat respon dari pemerintah pusat maupun Pemkab Bombana karena telah memenuhi indikator kelayakan. Hingga kini, jumlah siswa SD di sekolah itu telah mencapai 127 Orang, dan TK yang telah mencapai 59 Siswa.

” Kita bisa bayangkan betapa sulitnya mengakomodir kebutuhan belajar siswa di sini, sementara bangunan tidak memadai. Makanya, hari ini kami mendapat bantuan 5 RKB dari pusat dan satu gedung semi permanen yang bersumber dari APBD perubahan Pemkab Bombana,” jelasnya.

Rahman mengaku jika sebelum meliburkan siswa, pihaknya telah mengumpulkan orang tua siswa untuk disepakati secara bersama-sama.

Baca Juga : Teknik Sipil Dominasi Kuota Seleksi CPNS Bombana 2019

” Sudah kami sampaikan ke orang tua siswa, hanya ada beberapa yang tidak sempat hadir,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bombana, Abdul Rauf Abidin mengaku kaget atas adanya proses peliburan siswa di Desa Langkowala. Olehnya itu, ia akan menjadwalkan untuk memanggil kepala sekolah terkait untuk penjelasan lebih detail.

Lanjut Rauf, pihaknya sudah memberikan bantuan gedung, kenapa tidak dimanfaatkan untuk masuk siang.

” Nanti saya panggil dulu Kepseknya. Kita sudah verifikasi berkasnya dan berikan bantuan bangunan. Tidak benar ini, kenapa hanya karena bantuan rehab ini siswa mau dikorbankan, kasian anak-anak sekolah disana,” kesalnya. (b)

 


Kontributor : Muhammad Jamil
Editor : Kiki

Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib