iklan zonasultra

Senioritas vs Etika Berorganisasi di KNPI Buton Utara

Opini Rizkia Milida
Rizkia Milida

KNPI bukanlah kumpulan orang kenduri. Bukan ajang gagah-gagahan senior vs yuniornya, Apalagi kumpulan pengangguran yang dibayar untuk ikut demonstrasi dan mengobrak-abrik Forum. KNPI dibentuk karena tujuan tertentu dan dengan aturan-aturan tertentu. Aturan-aturan tersebut tertuang dalam AD ART yang jelas dibuat bukan untuk dilanggar. AD ART dibentuk atas dasar idealisme yang dibangun oleh anggota organisasinya demi tujuan dan kesejahteraan bersama.

Namun belakangan, cara berorganisasi di KNPI Buton Utara banyak melabrak etika berorganisasi, Mulai dari isu senioritas hingga banyaknya Kader gagal yang memaksakan diri untuk tampil walau tidak di terima oleh mayoritas kelompok di KNPI Buton Utara.

Nampaknya, Elit KNPI Buton Utara banyak yang belum dewasa dalam berorganisasi. Bertahun-tahun pemilihan selalu dipaksakan aklamasi. Kritik dipasung dan pendapat-pendapat harus seragam. Ditambah lagi aksi premanisme dari mereka yang mengaku sebagai korban dari ketidakadilan tersebut.

iklan zonasultra

Menjadikan KNPI Butur benar-benar menjadi panggung drama kolosal yang menegangkan. Tapi bagi penulis, drama ini sangat tidak layak ditayangkan.
Disatu pihak, orang-orang menuding bahwa organisasi ini dipenuhi kumpulan orang-orang yang merasa diri paling senior, paling berjasa terhadap perjuangan organisasi, paling berhak memimpin organisasi, paling suci dan paling berpengaruh.

Dilain pihak, orang-orang bertahan dengan opininya bahwa KNPI harus mengedepankan Etika Berorganisasi. Sebab KNPI bukanlah merupakan instrumen politik dari sentralisme kekuasaan. Dengan kata kasarnya, organisasi ini bukanlah tunggangan sekelompok orang yang tengah berkuasa. KNPI harus dipimpin oleh seseorang yang punya pengalaman, punya Marwah dan punya kepribadian yang baik sehingga bisa merangkul semua golongan.

Lalu kapan benang kusut ini bisa terulur dengan rapi?

Sampai semua anggotanya sadar, bahwa berKNPI Bukanlah hanya membahas soal kepentingan pribadi dan kebutuhan organisasi. BerKNPI harus ada gagasan yang dikembangkan, aspirasi anggota yang harus diperjuangkan serta cita-cita mendidik lainnya yang harus direalisasikan.

BerKNPI, artinya kita harus rela melihat orang lain yang berbeda dengan kita. Sebab disana Ada kebebasan berpendapat dan ada juga kesetaraan.
BerKNPI juga harus pandai mengukur diri. Apalagi jika ingin menjadi seorang pemimpin. “Sudah matangkah saya secara emosional untuk menerima kritik dan cemoohan kelak?”, Sudah layakkah saya secara kelimuan berdiri dan memberi perintah didepan ?”

Sebab KNPI bukanlah organisasi diktatorial. Yang orang-orangnya hanya jago mengkritik dan hobi menjadi pemberontak serta menaruh dendam.
KNPI Butur haruslah diisi oleh pemuda-pemuda yang berjiwa besar dan cepat merespon gagasan-gagasan reformis.

Bukan justru dijadikan ladang mencari keuntungan dan kambing hitam dari banyaknya kegagalan dan dendam di masa yang lampau.
BerKNPI, Berarti mengakui bahwa Senior adalah Guru, namun Yunior bukan berarti tidak punya makna.

“Skak Mati” Senior harusnya disampaikan dengan cara-cara yang baik dan transparan. Jangan sampai justru menabung rasa permusuhan dari para yunior lalu dimanfaatkan oleh orang-orang yang telah sakit hati terlebih dahulu, hingga akhirnya organisasi ini di jadikan musuh bersama, termasuk oleh para mantan penikmat organisasi ini dahulu.

Senioritas dan Etika berorganisasi yang buruk dalam berKNPI jangan sampai merobek Citra KNPI sebagai wadah para pemuda-pemuda terbaik Buton Utara mengeksplorasi diri. Hentikan Membangun ekslusivisme dalam bentuk apapun. Para elite KNPI harus bersungguh-sungguh mengubah citranya dengan berbuat nyata dan Mengambil peran lebih besar. Apalagi Sumber Daya Pemuda Buton Utara sangat melimpah ruah.

Intropeksi diri, Kembali ke khitah, garis haluan dan landasan perjuangan inilah yg harusnya dilakukan oleh elit KNPI Butur. Sehingga tidak ada yang merasa dikorbankan, saat mereka merasa harusnya justru diperjuangan.

 


Oleh : Rizkia Milida
Penulis merupakan Mantan Pimred Suara Mahasiswa, Dewan Pendiri KOPI BUTUR

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib