iklan zonasultra

Serobot Perkebunan Warga Kolut, Jalan Produksi PT Raidili Pratama Bakal Ditutup

Serobot Perkebunan Warga Kolut, Jalan Produksi PT Raidil Pratama Bakal Ditutup
TAMBANG - Perusahaan Tambang Nilel PT Raidili Pratama yang melakukan penambangan di Desa Tetebawo Kecamatan Batu Putih di duga menyerobot tanah perkebunan warga untuk di jadikan jalan produksi perusahaan, akibatnya warga setempat bakal melakukan aksi protes dengan menutup jalan tersebut (RUSMAN/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, LASUSUA – PT Raidili Pratama, salah satu perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Desa Tetebawo, Kecamatan Batu Putih disinyalir menyerobot tanah perkebunan warga untuk dijadikan jalan produksi perusahaan, akibatnya warga setempat bakal melakukan aksi protes dengan menutup jalan tersebut.

Salahseorang warga desa Tetebawo, Andi Emmi mengatakan dirinya merasa keberatan atas tindakan PT Raidili Pratama dimana tanpa sepengetahuannya, kebun cengkeh miliknya dijadikan jalan untuk mengangkut ore serta lahan pembuangan OB pihak perusahaan tersebut.

Baca Juga : PT Kurnia Diduga Angkut Ore Nikel di Kolut Secara Diam-diam

iklan zonasultra

“Itu perusahaan tambang membuatkan dinding jalan dan menjadikan kebun cengkeh ku penimbunan. bagaimana kita tidak sedih kasian, lamanya dipelihara itu tanaman,” kata Andi Emmi, Rabu (13/11/2019) kemarin.

Kata dia, penyerobotan terhadap tanahnya itu tanpa ada kompensasi sepeser pun dari pihak PT Raidili. Bahkan, saat dia ingin masuk ke dalam kebunnya itu, dia harus menaati sejumlah persyaratan yang ditetapkan sepihak oleh perusahaan tambang tersebut.

“Mereka pasangi portal dan disuruh ambil surat dulu baru bisa bisa masuk di kebun. Tidak boleh bawa handphone. Jadi biar kami mau ke kebun juga susah kasian,” bebernya.

Meski demikian, Andi Emmi telah melakukan upaya mediasi oleh pemerintah Desa Tetebawo dan camat setempat dengan pihak perusahaan namun tidak menemukan kejelasan sehingga beberapa warga desa Tetebawo lain yang juga senasib dengannya berinisiatif menutup jalan perusahaan itu karena setiap hari kebun mereka telah dijadikan rute puluhan mobil pengangkut ore nikel tanpa adanya ganti rugi.

“Kalau tidak ada tindakan aparat atau pemerintah akan nasib kami warga Tetebawo, kami akan bersama-sama yang lain menutup perusahaannya karena itu milik kami mereka jadikan jalan,” tegasnya.

Kepala Desa Tetebawo Sarman membenarkan hal itu. Bahwa salah satu warganya telah melaporkan tindakan penyerobotan lahan yang dilakukan PT Raidil Pratama sehingga akan melakukan aksi protes dengan melakukan penutupan jalan. Namun dirinya menyampaikan, hal tersebut dilakukan di kebun miliknya yang dilewati mobil tersebut.

“Memang ada warga saya melapor dan rencananya dia mau tutup mobil di jalan menuju jety. Tapi saya sampaikan di lokasinya saja kalau mau tutup, karena dis situ memang ada haknya,” kata Sarman melalui via selulernya.

Sementara itu, Humas PT Raidili belum bisa dihubungi. Saat wartawan menghubungi pria yang diketahui bernama Bakri itu, telepon selulernya tidak aktif.

Baca Juga : Ratusan Warga Desa Lelewawo Kolut Gelar Aksi Tolak Tambang

Kadis PMPTSP Kolut, Asdar yang lebih dini dikonfirnasi hal itu mengaku tidak tahu menahu terkait aktivitas pertambangan PT Raidili. Sebab, daftar nama perusahaan yang menambang di Kolut tidak pernah ditembuskan kepada instansinya. Data itu hanya dimiliki Pemprov Sultra.

“Bagaimana kami tahu, data perusahaanya saja kami tidak pernah dikirim. Setidaknya ya diinfokan saja karena bagaimana pun ini wilayah kami,” ucapnya.(b)

 


Kontributor : Rusman
Editor : Abd Saban

Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib