Setahun Warga Desa Sipakainge Kolut Tidak Nikmati Air PDAM

Setahun Warga Desa Sipakainge Kolut Tidak Nikmati Air PDAM
AIR BERSIH - Sejumlah warga desa Sipakainge Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) mengeluhkan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) lantaran, air tidak mengalir kerumah mereka selama satahun, sehingga demi mencukupi kebutuhan air sehari-hari warga mengangkut air dari sungai kerumah mereka. (Rusman/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, LASUSUA – Hampir setahun warga Desa Sipakainge, Kecamatan Pakue, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) tidak menikmati air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, warga harus mengangkut air dari sungai ke rumah mereka.

Rusdi (35), salah satu warga Desa Sipakainge mengatakan, sudah lebih satu tahun Air PDAM macet, namun sekitar dua bulan terakhir ini, rumahnya sudah benar-benar tidak ada yang mengalir.

“Sudah setahun kita menderita tidak mengalir air, kalau mau mandi atau mencuci terpaksa ke sungai,” kata Rusdi kepada awak zonasultra.com, Selasa (13/3/2018)

Lanjut Rusdi, kebutuhan air bersih untuk warga yang bermukim di wilayah pesisir sangat tinggi, sehingga mereka terpaksa mengangkut air dari sungai dengan menempuh jarak sekitar kurang lebih 500 meter dengan menggunakan jeregen dan ember.

“Terpaksa kita angkat air dari sungai untuk dipakai di rumah, kalau tidak begitu harus berbuat apa. Jadi harapannya kita masalah air PDAM segera diatasi, karena biar tidak mengalir kita tetap bayar uang beban kepada PDAM,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sipakainge, Masyumi, membenarkan bahwa sudah lama sekali warganya mengeluh kesulitan air bersih, terutama warga pesisir pantai dusun satu. Ia mengaku, sudah berkali-kali ke kantor PDAM untuk menyampaikan keluhan warganya, tapi sampai sekarang belum ada hasil.

“Saya sudah ketemu pihak PDAM untuk sampaikan kepada warga untuk melakukan perbaikan jaringan air ke setiap rumah karena banyak yang bocor,” bebernya

Menanggapi hal tersebut Kepala Yunit PDAM Pakue, Masadi menjelaskan, memang ada beberapa masalah yang membuat aliran air tidak mengalir ke masyarakat Desa Sipakainge akibat jaringan yang kacau.

“Kurangnya kesadaran masyarakat bagian atas terhadap jaringan air, banyak yang menyambung pakai selang dan tidak memiliki keran sehingga mengalir 24 jam sehingga masyarakat bagian bawah tidak kebagian,” ungkapnya.

Selain itu, masalah kebocoran pipa menjadi kendala. Dijelaskan pipa di sana sudah cukup tua, sehingga pihaknya memamfaatkan pipa yang tersisa untuk menganti yang rusak, dan dirinya berjanji pengerjaan kerusakan ini segera diperbaiki.

“Ini sudah 2 minggu kami coba perbaiki, dan memamfaatkan sisa pipanya sudah ada. Jadi masyarakat harus punya kesadaran memamfaatkan air buat warga lainnya kebagian,” tandasnya. (B)

 


Reporter : Rusman
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib