iklan zonasultra

Setelah 30 Tahun, Kini Warga Kontunaga Nikmati Air Bersih

Setelah 30 Tahun, Kini Warga Kontunaga Nikmati Air Bersih
AIR BERSIH - Kebahagian warga Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) saat uji coba air bersih, Kamis (8/10/2020). (Nasrudin/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, RAHA – Setelah puluhan tahun kekurangan air bersih, kini ribuan warga yang bermukim di Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengaku bahagia dengan beroperasinya pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK) Kontunaga.

Sudah 30 tahun lamanya, warga hanya mengandalkan air tadah hujan. Kini mereka akhinya akan menikmati air bersih yang selama ini terbilang sulit didapatkan.

Iklan Zonasultra

Pemerintah Kecamatan Kontunaga telah melakukan uji coba SPAM IKK Kontunaga yang terletak di Desa Masalili beberapa waktu lalu, hasilnya pun memuaskan. Air mengalir hingga ke rumah rumah warga.

Salah satu warga setempat, Ardi mengaku gembira dengan hasil uji coba air bersih yang mengalir hingga ke rumah warga.

“Alhamdulillah, kami bersyukur selama 30 tahun menderita karena kekurangan air bersih, kini kami menikmatinya,” terang Ardi, Kamis (8/10/2020).

Dirinya bahkan tak henti berucap syukur atas upaya pemerintah setempat yang sudah berjuang beberapa tahun untuk pengadaan air bersih di wilayahnya.

“Ini sangat mengharukan karena masyarakat akan segera menikmatinya sehingga kami tidak mesti membeli lagi air di pengecer keliling,” timpalnya.

Camat Kontunaga, Andi April pun mengapresiasi upaya pemerintah setempat setelah beberapa tahun belum tuntas. “Alhamdulillah, air bersih sudah mengalir hingga ke rumah warga. Saat ini kami tinggal menunggu diresmikan oleh balai prasarana dan permukiman wilayah,” jelasnya.

Pihaknya berterima kasih kepada pemerintah daerah utamanya bupati Muna LM Rusman Emba dan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae.

Pembangunan SPAM Kontunaga menelan anggaran sebesar Rp24,5 miliar. Dananya bersumber dari bantuan Kementerian PUPR. SPAM itu memiliki kapasitas 20 liter per detik dengan memanfaatkan sumber mata air Jompi.

SPAM Kontunaga diproyeksi mampu mengaliri dua ribu sambungan rumah yang terdapat di dua kecamatan yakni Kontunaga dan Lohia.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Dharma, Nur Hayat Fariki, menuturkan saat ini pihaknya masih menunggu proses penyerahan aset dari balai untuk dikelola bagi kepentingan masyarakat.

PDAM sendiri bekerja sama dengan pemerintah setempat akan menyediakan pipa tersier untuk mendukung jaringan pipa distribusi ke rumah-rumah warga.

“Saat ini, konsultan proyek bersama tim teknis dari PDAM tengah melakukan survei di Desa Masalili, Mabodo dan Bolo untuk menghitung kebutuhan pipa tersier ukuran 2 inci,” jelasnya.

Rencananya pipa distribusinya dipusatkan dari tugu Desa Waara, Kecamatan Loghia hingga ke Desa Liabalano, Kecamatan Kontunaga. (B)

 


Kontributor: Nasrudin
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib