Siaga Pemilu, PLN UP3 Kendari Siapkan 350 Personel dan Gardu Bergerak

Manager PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kendari Arief Budy Kurniawan
Arief Budy Kurniawan

ZONASULTRA.COM,KENDARI– PT PLN telah menetapkan periode siaga Pemilu 2019 sejak 17 Maret lalu hingga 24 Mei 2019 mendatang guna mensukseskan pesta demokrasi 5 tahunan tersebut.

Manager PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kendari Arief Budy Kurniawan mengatakan, periode siaga tersebut telah dilakukan di 8 kabupaten dan satu Kota wilayah kerja dari UP3 Kendari.

Delapan kabupaten tersebut adalah Kabupaten Konawe, Kolaka, Kolaka Timur (Koltim), Kolaka Utara (Kolut), Bombana, Konawe Utara (Konut), Konawe Selatan (Konsel), Kendari dan Konawe Kepulauan (Konkep).

“Teman teman PLN sudah jauh-juah hari melakukan pemeliharaan, peramalan pohon, dan pemeriksaan kondisi kelistrikan di kantor KPU provinsi dan kabupaten/kota,” ungkap Arief kepada zonasultra, Selasa (16/4/2019) di ruang kerjanya.

Secara rinci dijelaskan, ada 55 lokasi yang didirikan posko siaga 24 jam dengan jumlah personel keseluruhan 350 orang, 134 orang pegawai PLN 216 orang merupakan mitra PLN.

Kemudian, pihkanya juga meyiapkan 22 genset, 2 unit uninterruptible power supply (UPS) serta 3 unit gardu bergerak dengan daya 250 KVA.

(Baca Juga : Pengamanan Pemilu, Polda Sultra Mulai Kerahkan 3 Ribu Personel)

UPS adalah sistem penyedia daya listrik yang sangat penting dan diperlukan sekaligus dijadikan sebagai benteng dari kegagalan daya serta kerusakan sistem dan hardware.

Sementara itu, gardu bergerak adalah gardu yang dapat dimobilisasi dari satu tempat ke tempat yang lain guna membackup jika terjadi kerusakan pada jaringan listrik.

Kemudian, disiapkan pula pasukan khsusus yang bekerja dalam keadaan bertegangan. Saat ini 8 KPU di kabupaten telah dibackup dengan genset kemudian khusus di KPU Provinsi dan Kota Kendari selain genset disiapkan pula UPS.

“Sehingga kami pastikan listrik kabupaten/kota provinsi kondisinya aman selama pelaksanaan penting dalam Pemilu 2019,” pungkasnya.

Arief menegaskan saat ini, kondisi pasokan listrik di PLN UP3 Kendari sebesar 103 MW dan beban puncak 90 MW sehingga masih ada cadangan daya 13 MW.

Dirinya pun memastikan tidak ada kegiatan pemeliharaan jaringan listrik dalam pelaksaan Pemilu 2019 agar tidak terjadi pemadaman terjadwal, namun apabila terjadi gangguan diluar perencanaan tim PLN sudah siap siaga 24 jam sehingga recovery jaringan listrik dapat pulih lebih cepat.

Khusus, Kabupaten Kolut yang sebelumnya mengalami defisit daya saat ini kondisinya masih pas-pasan. Sehingga PLN berencana merelokasi daya listrik dari pembangkit tambahan di Mowewe, Koltim sebesa 2 x 500 KW. (B)

 


Reporter: Ilham Surahmin
Editor: Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib