iklan zonasultra

Silaturahmi Ajang Pemecah Adudomba dan Provokasi

Silaturrami Ajang Pemecah Adudomba dan Provokasi
HALAL BIL HALAL - Pemda Muna menggelar acara halal bil halal di kantor Bupati Muna, Senin (17/6/2019). (Humas Pemda Muna for ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, RAHA – Dua pekan lebaran berakhir, Pemerintah Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar acara halal bil halal. Ratusan ASN dan tokoh masyarakat berbondong menghadiri acara tersebut.

Moment itu, spesial bagi segenap jajaran Pemda Muna karena menggelar halal bil halal dengan jumlah cukup besar. Tribun upacara dan halaman kantor penuh dengan aparatur.

Selain ASN Muna, majelis taklim juga turut larut dalam acara tahunan itu.

iklan zonasultra

Bupati Muna LM Rusman Emba mengatakan kegiatan ini merupakan moment yang jarang tercipta. Baginya ini suatu rahmat. Ketika sebuah pertemuan-pertemuan tercipta maka ada penggeraknya.

Baca Juga : Pemda Muna Bakal Tanggung Biaya Prajabatan 260 Calon ASN

“Saya yakin Allah menggerakkan hati kita hari ini. Bertemu dalam rangka silaturahim dan sekaligus bertatap Muna untuk membangun persaudaraan,” terang Rusman, Senin (17/6/2019).

Di momentum itu juga Bupati Muna menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh yang hadir selama memimpin ada kebijakan yang tidak berkenan.

Menariknya, pada acara tersebut Pemda Muna juga menghadirkan ustad kondang asal Makassar, Usman Jasad.

Silaturrami Ajang Pemecah Adudomba dan Provokasi

Dalam tausiah yang dibawakannya, ia menyampaikan tiga hal yang merusak persaudaraan dan memecah silaturahmi.

“Pertama, lidah suka berkata kasar dan dusta. Kedua yakni gibah dan fitnah dan terakhir yaitu adudomba, hasut dan provokasi. Semuanya perilaku yang melahirkan dosa yang bisa memutus tali persaudaraan,” cetusnya.

Demi menjaga tali silahturami, perlunya keiklasan dan sabar dalam diri setiap manusia agar tak mudah terpancing dengan namanya informasi hoax yang kini banyak diadopsi oleh publik.

“Apalagi sekarang ini, banyaknya informasi yang kita peroleh tidak jelas kebenarannya dan cenderung mengadu domba sehingga masyarakat gampang sekali terjadi konflik,” jelasnya.

Untuk menghindari perpecahan itu, pentingnya menjaga tali persaudaraan antara sesama. “Sekarang ini masuk tahun politik. Banyak orang memanfatkan untuk kepentingan pribadi. Mencari keuntungan dengan menyebar fitnah dan adudomba. Makanya hati-hati,” ucapnya.

Acara yang dihadiri oleh Forkopimda itu ditutup dengan saling bermaaf-maafan antara Bupati Muna beserta seluruh jajaran ASN Muna dan puluhan tokoh masyarakat. (a)

 


Kontributor: Nasrudin
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib