iklan zonasultra

Siswa Studi Tour di DPRD Sultra, 45 Anggota Dewan Tak Muncul

Siswa Studi Tour di DPRD Sultra, 45 Anggota Dewan Tak Muncul
Studi Tour - Foto bersama siswa Madarasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Konawe yang datang studi Tour (kunjungan praktek) di DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu siang (30/3/2015) pukul 11.00 WITA. Namun tidak satupun dari 45 wakil rakyat yang menemui siswa dari kalangan pengurus OSIS tersebut. (MUHAMAD TASLIM DALMA/ZONASULTRA.COM)
Siswa Studi Tour di DPRD Sultra, 45 Anggota Dewan Tak Muncul
Studi Tour – Foto bersama siswa Madarasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Konawe yang datang studi Tour (kunjungan praktek) di DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu siang (30/3/2015) pukul 11.00 WITA. Namun tidak satupun dari 45 wakil rakyat yang menemui siswa dari kalangan pengurus OSIS tersebut. (MUHAMAD TASLIM DALMA/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Sebanyak 30 siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Konawe mengunjungi Kantor DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk melakukan studi tour pada Rabu (30/3/2016) sekitar pukul 11.00 Wita. Namun, tidak satupun dari 45 wakil rakyat yang menemui siswa dari kalangan pengurus OSIS tersebut.

30 siswa itu hanya ditemui oleh Kepala Bagian Humas, Persidangan dan Protokoler Sekretariat DPRD Sultra, Robert Piter Raru. Selain itu, siswa hanya diberikan buku-buku parlemen untuk dibaca dan dibawa pulang.

Kepala sekolah MTsN 1 Konawe yang mengantar langsung siswanya, Nyuheri Slamet mengatakan, para siswa sangat berharap bisa bertemu dengan anggota dewan, namun tidak ada yang muncul. Padahal materi pembelajaran dalam kunjungan tersebut yakni pendidikan berpolitik dalam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn).

“Kami sangat mengharapkan untuk bertemu dengan teman-teman anggota dewan ini karena inilah tujuan studi tour ini. Mungkin karena kesibukan mereka dan mungkin juga pemberitahuan kami untuk datang yang terlalu singkat, kemarin baru masuk,” kata Nyuheri.

Kegiatan studi tour itu sendiri, lanjut dia, merupakan implementasi kurikulum 2013 yang di dalamnya terdapat kegiatan-kegiatan praktek nyata. Olehnya kata Nyuheri, ke depan perlu diprogramkan lagi agar siswanya betul-betul bisa berdiskusi dan bertanya langsung kepada para anggota dewan yang selama ini mewakili rakyat.

Di tempat yang sama, Robert beralasan ketidakhadiran anggota dewan karena banyak yang melakukan kegiatan di luar daerah. Selain itu, pada saat itu memang tidak ada anggota maupun pimpinan yang bisa menemui siswa karena ada urusan yang lebih penting.

 

Penulis: Muhamad Taslim Dalma
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib