iklan zonasultra

SMAN 1 Tiworo Tengah Gelar Penerimaan Tamu Ambalan

SMAN 1 Tiworo Tengah Gelar Penerimaan Tamu Ambalan
PRAMUKA - Yudi Sulkaryan saat memberikan pengetahuan tentang ilmu kepramukaan dan ambalan kepada siswa SMAN 1 Tiworo Tengah yang dilaksanakan di Aula SMAN 1 Tiworo Tengah, Senin (24/12/2018). (Kasman/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, LAWORO – Sejumlah siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tiworo Tengah, kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti penerimaan Tamu Ambalan untuk meingkatkan pengetahuannya di bidang kepramukaan, Senin (24/12/2018).

Kepala SMAN 1 Tiworo Tengah, La Abadi menjelaskan pendidikan pramuka menjadi salah satu kurikulum ekstrakurikuler wajib yang mesti ada di setiap jenjang pendidikan dasar dan menengah, sesuai Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) nomor 63 tahun 2014.

Kata dia, melihat potensi sumber daya yang ada di sekolahnya belum cukup maksimal untuk mendidik para siswa itu tentang kepramukaan, sehingga dirinya berinisiatif mendatangkan pelatih dari luar daerahnya untuk memberikan materi Tamu Ambalan itu.

Menurutnya, pendidikan kepramukaan mesti dimiliki setiap siswa, karena didalamnya terdapat proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup dan akhlak mulia.

Sementara itu, Yudi Sulkaryan yang hadir sebagai pelatih dan pemateri pramuka, menjelasakan bahwa ambalan itu diambil dari kata “ambal” yang merupakan bagian dari pondasi atap sebuah rumah. Selain itu, ambalan merupakan wadah pembinaan Pramuka Penegak di gugus depan (Gudep).

“Jadi di Ambalan inilah pramuka Penegak diberikan informasi secara lengkap tentang organisasi gerakan Pramuka dan kepanduan, pelatihan, gladi, uji kelayakan, hingga manajemen bermusyawarah untuk membekali dirinya,” jelasnya.

Selain itu, kata Yudi, pada tahap ini, seorang pramuka Penegak diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengelola satuannya dengan bimbingan orang dewasa.

Ambalan juga memberi tantangan dan peluang emas yang sangat luar biasa bagi anak muda untuk menguji dan mengasah ketrampilan hidupnya dalam mempersiapkan diri terjun ke masyarakat. Tantangan tersebut berupa kesempatan memimpin dan mengelola organisasi Ambalan.

“Tantangan lain adalah mengembangkan ketrampilan hidup baik di alam maupun di dunia profesi yang diminatinya,” ucapnya.(C)

 


Kontributor : Kasman
Editor : Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib