Sodorkan Kontrak Politik, Masyarakat Lalembu Siap Menangkan Asrun-Hugua

Sodorkan Kontrak Politik, Masyarakat Lalembu Siap Menangkan Asrun-Hugua
PENANDATANGAN KONTRAK - Bakal calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Asrun menandatangani kontrak politik dengan masyarakat Kecamatan Lalembuu, Kabupaten Konawe Selatan, ketika pasangan Asrun-Hugua melakukan silaturahmi dengan masyarakat di kecamatan itu, Sabtu (10/2/2018). Dihadapan masyarakat Asrun berjanji akan melaksanakan kontrak politik itu bila dirinya bisa memenangkan pilgub Sultra 27 Juni 2018. (ALIN For ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, ANDOOLO – Pasangan Asrun-Hugua semakin gencar turun ke lapangan melakukan sosialisasi dalam rangka menggalang dukungan untuk pemilihan Gubernur (pilgub) Sulawesi Tenggara (Sultra) 27 Juni 2018 mendatang. Hampir setiap hari pasangan ini turun ke lapangan untuk bersilaturahmi dengan masyarakat.

Jika sebelumnya pasangan ini mengunjungi masyarakat Kecamatan Tinanggea, Sabtu (10/2/2018) kemarin giliran masyarakat Kecamatan Lalembuu, Konawe Selatan yang didatangi. Kedatangan Asrun-Hugua didampingi langsung oleh Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh, Wakil Bupati Konawe Selatan (Konsel) Arsalim, Wakil Ketua DPRD Konsel Nadira, dan sejumlah tokoh politik di kabupaten itu.

Terlihat masyarakat begitu antusias bertemu dengan sosok pasangan berakronim Berkah (Bersama Kita Asrun Hugua) ini. Bahkan masyarakat menyatakan dukungan dan siap memenangkan pasangan yang diusung oleh lima partai politik tersebut di Kecamatan Lalembuu.

iklan zonasultra

Dalam silaturahmi ini, pasangan Asrun-Hugua disodorkan kontrak politik dari masyarakat bila mereka memenangkan pilgub Sultra pada 27 Juni 2018. Dalam kontrak politik itu masyarakat menuntut pasangan ini memperhatikan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Salah satunya pengaspalan jalan trans Sulawesi dan pembangunan jembatan permanen di wilayah Lalembuu.

Kemudian, masyarakat juga meminta pasangan ini membangun sarana dan prasarana bidang ekonomi yang meliputi fasilitas penunjang kegiatan pertanian dan perkebunan, fasilitas penunjang ekonomi produktif masyarakat seperti UKM, serta pembangunan dan perlindungan bidang sosial keagamaan, yang meliputi pembangunan rumah ibadah dan pembangunan fasilitas pendidikan yang layak.

“Kami meminta perhatian pasangan ini supaya peduli dengan masyarakat di Kecamatan Lalembuu. Terutama masalah jalan poros Labandia – Lapoa agar diperhatikan. Kemudian kami juga meminta jika nantinya pasangan ini terpilih, maka harus memperhatikan fasilitas penunjang pertanian dan perkebunan di Lalembuu ini,” kata tokoh masyarakat Kecamatan Lalembuu Gusti Putu Sena.

Gusti memastikan masyarakat Lalembuu akan mendukung pasangan Berkah untuk memenangkan pilgub Sultra 2018, sebagaimana sebelumnya mereka memenangkan Imran sewaktu menjadi Bupati Konsel dua periode.

“Kami siap memenangkan bapak. Selama pemilihan apapun calon yang kami dukung tidak pernah kalah. Dulu pak Imran waktu jadi bupati dua periode tidak pernah kalah di Kecamatan Lalembuu,” ungkapnya.

Usai membacakan kontrak politik itu, Asrun langsung menandatangani perjanjian tersebut. Di hadapan masyarakat Asrun berjanji akan melaksanakan kontrak politik itu bila dirinya bisa memenangkan pilgub Sultra 27 Juni 2018.

Mantan Wali Kota Kendari dua periode ini mengungkapkan, terkait jalan poros Polipolia – Lapoa dirinya sudah berkomitmen jika terpilih menjadi gubernur, 2019 langsung menandatangani kontrak multi years untuk selesai dua tahun.

“Salah satu program unggulan kami adalah memastikan jalan-jalan seperti ini teraspal dengan kualitas terbaik. Makanya saya bilang serahkan sama ahlinya, jangan sama yang lain, karena kita lah ahlinya dalam bidang ini. Begitu juga program-program yang lain, masalah perkebunan, dan pertanian serahkan pada kami. Sebab pasangan ini saling melengkapi untuk menyelesaikan masalah-masalah di Sultra ke depan,” ujarnya.

Asrun juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa sekarang ini adalah pilkada zaman now, sehingga banyak isu-isu miring yang tidak jelas beredar di media sosial. Olehnya itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan isu-isu itu.

“Terutama ada isu yang mengatakan memang saya 01, tapi kalau sudah dilantik mau ditangkap KPK. Jangan percaya yang begitu. Orang yang ditangkap itu orang yang punya salah. Saya dan pak Hugua adalah orang yang tidak pernah bermasalah dengan hukum,” tandasnya. (B)

 


Reporter : Ramadhan Hafid
Editor : Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here