iklan zonasultra

iklan zonasultra

Stok Oksigen Habis, Bayi Rujukan dari Puskesmas Pakue Utara Meninggal di Jalan

1161
Stok Oksigen Habis, Bayi Rujukan dari Puskesmas Pakue Utara Meninggal di Jalan
MENINGGAL - Bayi laki-laki dari Pasangan Suami Isteri (Pasutri) Muhammad Irfan (28) dan Susi Susanti (24) dan, warga Amoe, kecamatan Pakue Utara, kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) meninggal dunia dalam perjalanan saat akan dirujuk ke Rumah Sakit (RS) setempat, Kamis (26/4/2018) lalu. (Rusman/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, LASUSUA – Bayi laki-laki dari Pasangan Suami Isteri (Pasutri) Muhammad Irfan (28) dan Susi Susanti (24) dan, warga Amoe, kecamatan Pakue Utara, kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) meninggal dunia dalam perjalanan saat akan dirujuk ke Rumah Sakit (RS) setempat, Kamis (26/4/2018) lalu.

Nurbayani, Bidan desa setempat mengatakan, bayi yang meninggal dunia sekitar pukul 23.00 Wita itu disebabkan stok oksigen di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pakue Utara sudah habis. Sementara saat dilahirkan, bayi malang itu sudah dalam kondisi tidak normal dan sangat membutuhkan bantuan pernapasan melalui oksigen.

“Itu bayi baru lahir pak. Persalinan baru pembukaan dua, ibunya selalu maksa mengedam. Begitu lahir, ada kelainan. Kita sudah berusaha maksimal betul. Karena denyut jantungnya masih ada, akhirnya dirujuk,” kata Nurbayani, Jumat (4/5/2018).

Nurbayani menjelaskan, saat akan dirujuk ke RS Djafar Harun di Lasusua, bayi itu diantar tanpa menggunakan mobil Ambulance, tapi mobil pribadi dan diantar oleh bidan pendamping.

Dalam perjalanan, keluarga bayi itu diintruksikan untuk mencari oksigen di Puskesmas teredekat. Sayangnya, setelah dicari ke sejumalah Puskemas, mereka tak juga menemukan stok oksigen yang diharapkan.

“Akhirnya bayi tersebut dinyatakan meninggal sesampainya di rumah sakit. Pihak keluarga langsung membawa pulang kerumahnya,” tambahnya.

Menurut Nurbayani, dengan kondisinya yang tidak normal, bayi itu memang sangat membutuhkan bantuan oksigen sebagai langkah pertolongan pertama. Namun di Puskesmas itu, ternyata sudah lama kehabisan stok oksigen.

Di tempat terpisah, Kepala Desa (kades) Pakue Ichwan Alwi mengatakan, kebutuhan oksigen di Puskesmas itu selalu menjadi keluhakan warga setempat.

Dikatakannya, karena kekosongan stok oksigen, dua warganya yang sebelumnya juga pernah dirawat di Puskesmas itu, akhirnya meninggal dunia.

“Saya sudah menyurat secara resmi ke Puskesmas. Jelas ini tidak memiliki standar pelayanan yang baik, jangan saat orang sekarat baru mencari oksigen di tempat lain,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesma Pakue Utara Alfrianus mengakui, jika saat itu memang pihaknya sudah tidak memiliki persediaan oksigen.

“Ada memang bayi yang meninggal, tapi waktu itu biar di gudang dinas kesehatan, oksigennya kosong,” kata Alfrianus.

Meski begitu, Alfianus mengaku sudah sering kali mengajukan permintaan oksigen ke Dinas Kesehatan Kolut. Tapi permintaan itu selalu tidak ditanggapi, bahkan kebutuhan oksigen seolah dibatasi oleh instansi itu.

“Jadi kalau ada pasien yang kritis, tetap kita rujuk,” tandasnya. (B)

 


Reporter : Rusman
Editor : Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib