iklan zonasultra

Survei Haluoleo Institute: PDIP Teratas, Disusul Demokrat dan Golkar

Survei Haluoleo Institute: PDIP Teratas, Disusul Demokrat dan Golkar
KONFERENSI PERS - Direktur Eksekutif The Haluoleo Institute Naslim Sarlito Alimin. (kanan). (FadliAksar/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Lembaga survei The Haluoleo Institute merilis survei elektabilitas (tingkat keterpilihan) terhadap peserta pemilihan umum (pemilu) 2019 di Sulawesi Tenggara (Sultra) salah satunya partai politik, di salah satu hotel di Kendari, Minggu (10/3/2019).

Direktur Eksekutif The Haluoleo Institute Naslim Sarlito Alimin memaparkan elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Sultra unggul dengan perolehan 18,0 persen dibandingkan dengan partai lainnya. Perolehan itu disusul Partai Demokrat 14,2 persen dan partai Golongan Karya (Golkar) 13,0 persen. Kemudian ada partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 7,3 persen, NasDem 4,2 Persen.

Partai Amanat Nasional (PAN) elektabilitasnya hanya mencapai 3,6 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 3,3 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 2,9 persen, lalu ada Partai Bulan Bintang (PBB) sebesar 1,5 persen.

Selanjutnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 1,4 persen, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) 0,3 persen. Sementara, partai Hanura, PSI, Berkarya, Garuda PKPI masing-masing mempunyai elektabilitas 0,2 persen. Responden yang belum menentukan pilihan 29,5 persen.

Survei Haluoleo Institute: PDIP Teratas, Disusul Demokrat dan Golkar

“Responden dari latar belakang agama, pemilih dari agama Islam memilih PDIP 19,4 persen. Hasil ini membantah isu bahwa PDIP tidak akan dipilih dari kalangan pemilih muslim. Sedangkan di bawahnya (pemilih dari kalangan muslim) ada Demokrat dengan elektabilitas 14,6 persen, Golkar 12,5 persen, Gerindra 7,5 persen, Nasdem 4,5 persen PAN 3,7 persen , lainnya 10,2 persen, dan yang masih rahasia 27,6 persen,” ungkap Naslim.

Naslim mengatakan, survei dilakukan selama 6 hari mulai dari 18 sampai 23 Februari 2019 dengan metode multistage random sampling. Survei itu melibatkan 660 orang responden yang dipilih secara acak di 17 kabupaten/kota di Sultra dengan margin of error kurang lebih 3,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

“Kontrol terhadap hasil survei dilakukan dengan dua tahapan yakni dengan proses pendampingan lapangan (withnessing) dan pengecekkan hasil pekerjaan (spotchek),” pungkas Naslim. (B)

 


Kontributor: Fadli Aksar
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib