iklan zonasultra

Tak Terima Dianiaya, Anggota HMI Baubau Polisikan Oknum Sat Pol PP

Tak Terima Dianiaya, Anggota HMI Baubau Polisikan Oknum Sat Pol PP
Saling Dorong - Satu anggota HMI saat dilerai saat saling dorong dengan Sat Pol PP, Kamis (15/8/2019). Dia mengaku dipukul oknum Pol PP. (M6/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, BAUBAU – Anggota Himpunan Mahasisiwa Islam (HMI) cabang Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) melaporkan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) yang diduga telah melakukan penganiayaan saat saling dorong antara Sat Pol PP Kota Baubau dengan anggota HMI yang ikut gerak jalan indah (GJI) waktu lalu.

Laporan itu telah tercatat dengan laporan polisi nomor LP/1/75/VIII/2019/RES BAUBAU, dilaporkan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oknum Sat Pol PP kepada pelapor anggota HMI inisial LYS.

Laporan Polisi ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim, Polres Kota Baubau, AKP Ronald Arron Maramis, saat dihubungi via pesan WhatsApp, Jumat (16/8/2019).

iklan zonasultra

“Kalau tidak salah mereka datang di kantor malam hari jam 8.00 WITA,” tulisnya.

Baca Juga : Monianse Kecewa Anggota HMI Baubau dan Satpol PP Saling Dorong Saat Gerak Jalan Indah

Ronald tidak bisa banyak menjelaskan laporan itu karena sedang cuti.

Ketua HMI cabang Kota Baubau, La Ode Rizki, saat ditemui awak media membenarkan laporan polisi tersebut, dan memperlihatkan dokumen laporan itu dalam bentuk foto.

“Tadi malam kita sudah masukan laporan polisi terhadap tindakan dari Sat Pol PP. Setelah kita masukan kasus ini, seluruh kader HMI akan memastikan sampai ada proses pidana. Kita akan kawal,” ungkapnya.

Secara lembaga, lanjut Rizki, HMI cabang Baubau menuntunt Pemerintah Kota Baubau untuk meminta maaf kepada anggotanya yang telah dipukul oknum Satpo PP. Selain itu, juga meminta Pemkot Baubau untuk melakukan pembinaan kepada oknum Sat Pol PP itu.

“Karena kejadian-kejadian seperti ini sudah sering berulang. Beberapa kali sebelumnya anak-anak mahasiswa itu selalu dipukul saat melakukan demo,” jelasnya.

Di tempat yang sama ada pelapor, LYZ menceritakan kronologi kejadian. Dan sekaligus menjelaskan niatan awal mengapa mereka melakukan protes.

Baca Juga : Tolak Pembangunan Gedung Baru DPRD, HMI Blokir Jalan di Depan Hollywood

Menurut LYZ, protes dilakukan bukan kepada pejabat Pemkot Baubau, melainkan meminta kepada pihak panitia penyelenggara GJI untuk mengembalikan atribut mereka yang direbut anggota Sat Pol PP.

“Awalnya saya dan teman peserta barisan mau ambil pamflet. Saat mau ke panitia kita dihadang sama Pol PP. Ada yang langsung pukul, saya tangkis pake tanganya, tapi ada yang tarik saya, lalu dihantam pukulan. Bukan satu kali, malahan kena pipi,” tuturnya.

LYZ melihat jelas oknum Sat Pol PP yang telah memukulnya karena menggunakan seragam dinas harian lengkap.

“Mungkin mereka kira kita mau orasi. Tapi kita bukan mau orasi, melainkan mau klarifikasi sama panitia kenapa pamflet kami yang kami gunakan untuk variasi barisan diambil sama Sat Pol PP,” katanya.

Sat Pol PP sendiri, sebelum insiden itu terjadi, terlebih dahulu menyita selebaran-selebaran pamflet bertuliskan kritik untuk kebijakan Pemkot Baubau. Hal ini juga diakui LYZ.

Pamflet itu disita saat LYZ bersama anggota HMI lainnya, tengah mengikuti GJI.

“Itu semua bentuk aspirasi kami yang akan kami peragakan dalam variasi barisan. Tapi karena diambil kami iklas saja untuk ketertiban. Tapi saat kami hendak meminta kembali pamflet itu malah dihadang dan dipukul Sat Pol PP,” ujarnya.

Ia menambahkan, isi dari tulisan dalam
Pamfet itu sendiri soal kebijakan yang mereka kawal selama ini. Yakni terkait penuntasan kasus TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Wameo, penerapan UMP (Upah Minimum Provinsi) di Kota Baubau, parkir liar, dan penertiban peredaran miras.

“Intinya tidak ada yang benuansa ujaran kebencian dan penghinaan,” ungkapnya.(a)

 


Penulis : M6
Editor : Kiki
Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib