iklan zonasultra

Tak Update Dapodik, Kasek SDN 11 Tongkuno Dinilai Lalai

Tak Update Dapodik, Kasek SDN 11 Tongkuno Dinilai Lalai
SDN 11 TONGKUNO - Kondisi gedung sekolah SDN 11 Tongkuno yang rusak. (Nasrudin/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, RAHA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara (Sultra) Ashar Dulu, menepis jika gedung SDN 11 Tongkuno yang rusak tak pernah diperbaiki selama 16 tahun.

Dirinya menegaskan jika gedung SD Negeri yang bermukim di kampung lama tersebut, sudah pernah direhab sejak lima tahun lalu.

“Salah itu kalau 16 tahun tidak pernah diperbaiki. Sekolah itu lima tahun lalu sudah pernah direhab. Hanya memang kepala sekolahnya lalai dan tidak segera memperbaiki atap yang diterbangkan angin itu,” tegasnya, Jumat (23/8/2019).

iklan zonasultra

Baca Juga : 16 Tahun Luput dari Perhatian, Kondisi SDN 11 Tongkuno Muna Nyaris Roboh

Kata dia, standar pembangunan rehab sekolah hanya akan dilakukan pada siklus lima tahun berikutnya. “Itu jika tidak terjadi bencana alam yang merusak gedung sekolah. Jika terjadi bencana, maka waktu dua atau tiga tahun bisa direhab lagi,” jelasnya.

Namun dirinya juga menyayangkan update data Daftar Pokok Pendidikan (Dapodik) sekolah yang tak pernah diperbaharui. Kecenderungan sekolah mengelola Dapodik hanya soal jumlah murid, jumlah guru dan hanya menampilkan sekolah yang bagus saja.

“Seharusnya, jika ada gedung sekolah yang rusak langsung diusul melalui sistem online. Agar pusat langsung merespon,” harapnya.

Usai melakukan peninjauan langsung beberapa waktu lalu, ia menilai kondisi gedung sekolah tak mengalami kerusakan berat hanya bagian teras dan rangka plafon disalah satu ruangan akibat atapnya diterbangkan angin.

“Plafonnya rusak akibat atapnya terbuka dan kepala sekolah lalai untuk memperbaiki. Hanya persoalan satu lembar atap, plafonnya pun rusak,” timpalnya.

Baca Juga : Mulai Tahun Ini, Nomor Induk Siswa Nasional Dihilangkan

Olehnya itu, pihaknya langsung memerintahkan kepala sekolah SDN 11 Tongkuno segera memasang atap yang diterbangkan angin tersebut. “Kita sudah perintahkan untuk memasang atap yang hilang,” cetusnya.

Meski begitu, karena kondisi gedung yang sudah membahayakan maka pihaknya bakal segera melakukan rehab pada anggaran APBD 2020 mendatang. “Rencananya anggaran rehab RKB diusulkan pada APBD 2020, karena untuk APBD perubahan sudah lewat,” tambahnya. (B)

 


Kontributor : Nasrudin
Editor : Abdul Saban

Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib