iklan zonasultra

Tawuran Pemuda di Puuwatu, Tiga Orang Diamankan

Kepolres Kendari AKBP Jemi Junaidi
AKBP Jemi Junaidi

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kendari bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Mandonga bergerak cepak melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap kasus bentrokan antar dua kelompok pemuda di Jalan Mohammad Yamin, Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepolres Kendari AKBP Jemi Junaidi mengungkapkan, pihaknya telah mengamankan tiga orang dari pihak yang bertikai. Ketiga orang ini pun lalu digiring ke Mapolsek Mandonga untuk dilakukan pemeriksaan. Namun pelaku pembunuhan masih dilakukan pengejaran.

“Kita sudah amankan masing-masing dari kelompok terkait, kelompok lima dan kelompok 10. Satu lagi baru saja kita amankan dari pihak kelompok 10. Mereka kami periksa sebagai saksi,” ungkap AKBP Jemi Junaidi di Mapolsek Mandonga, Minggu (7/7/2019).

iklan zonasultra

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak keamanan sudah melakukan mediasi kepada kedua pihak yang bertikai. Hal ini untuk meredam aksi balasan agar tidak melebar. Mediasi tersebut dilakukan di Kantor Camat Puuwatu pukul 13.00 wita.

Mengenai isi mediasi dan kesepakatan yang dihasilkan, awak Zonasultra belum mendapatkan konfirmasi. Kapolsek Mandonga AKP Jupen Simanjuntak juga belum memberikan keterangan resmi, pasalnya belum merespon telepon dan whatsapp saat dihubungi. Situasi saat ini dipastikan sudah kondusif.

Sebelumnya, perkelahian antar kelompok alias tawuran terjadi di depan Kantor POS, Jalan Prof. Mohammad Yamin, Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (7/7/2019) sekitar pukul 00.30 Wita. Akibatnya seorang pemuda tewas dan dua orang lainnya luka parah.

(Berita Terkait : Tawuran antar Pemuda di Kendari, Satu Orang Tewas)

Kapolres AKBP Jemi Junaidi mengungkapkan, peristiwa berdarah itu diawali seorang pemuda hendak membeli rokok di salah satu warung. Namun tiba-tiba di tengah jalan dia ditahan oleh sekelompok pemuda berjumlah 10 orang yang sedang berpesta minuman keras (Miras).

Pemuda ini pun pulang ke rumah lalu memberitahkan kejadian yang dialaminya itu kepada teman-temannya, dimana saat itu mereka juga sedang berpesta miras. Seketika itu mereka langsung mendatangi kelompok yang dimaksud dengan membawa senjata tajam dan terjadilah pertemuan keduanya.

“Awalnya masalah ini clear, kedua kelompok sudah saling memaafkan di antara mereka. Tetapi salah seorang dari kelompok yang berjumlah 10 orang itu menyerang lebih dulu, terjadilah perkelahian sehingga satu orang meninggal dunia dari yang kelompok 5 orang ini. Dua orang dari kelompok 10 orang terkena luka tusuk,” urai Jemi Junaidi. (A)

 


Kontributor: Fadli Aksar
Editor: Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib