iklan zonasultra

Terkait Virus Corona, Masyarakat Diminta Bijak Gunakan Medsos

Pemerintah Batasi Akses ke Media Sosial Secara Serentak
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Perhatian masyarakat dunia saat ini tertuju pada wabah Novel Coronavirus (COVID-19) yang sudah menjangkiti 188 negara dengan jumlah kasus positif terkonfirmasi 308.594 jiwa. Di Indonesia sendiri saat ini mencapai jumlah kasus positif 514 jiwa. Kemudian di Sulawesi Tenggara (Sultra) ada 3 kasus positif dari Kendari dan Kabupaten Konawe.

Namun penyebaran informasi terkait virus corona pun kian masif di media sosial baik itu facebook, instagram, twitter hingga aplikasi pesan WhastApp. Sayangnya, kegaduhan tengah dihadapi warga dunia masih juga dimanfaatkan sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab dengan menyebarkan informasi hoax terkait virus corona di masyarakat.

Baca Juga : Hoax Satu Pasien Positif Covid-19 Asal Kendari Meninggal Dunia

iklan zonasultra

Tak hanya itu, informasi pasien positif yang sejak kasus pertama di Indonesia berusaha dirahasiakan oleh pemerintah harus bocor karena ulah oknum tersebut. Padahal upaya merahasiakan identitas pasien dianggap perlu untuk mengurangi keresahan dan tidak menimbulkan kepanikan.

Meskipun di sisi lain masyarakat menganggap itu perlu agar mereka bisa mawas diri sejak dini, atau bagi mereka yang mungkin pernah kontak langsung dalam kurun waktu 14 hari sebelum pasien dinyatakan positif bisa langsung memeriksakan kesehatannya di rumah sakit rujukan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, dr Andi Hasanah meminta masyarakat untuk memberikan kepercayaan kepada tim Penanggulan COVID-19 melakukan penelusuran lebih jauh mengenai perkembangan kasus tersebut di daerah ini. Menurutnya, mereka tidak perlu mengeluarkan semua informasi mengenai privasi pasien positif yang ada di Sultra. Langkah itu sesuai protap dan panduan kerja dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Tolong tidak usah mencari-cari pasien positif ini tinggal dimana, dari mana, ketemu siapa saja sebelum masuk di rumah sakit. Kami sudah tahu itu semua. Bantu kami dengan berikan kepercayaan kepada kami demi kebaikan kita semua,” ungkap Andi Hasnah beberapa waktu lalu di Posko COVID-19 Sultra.

Setelah resmi diumumkan ada tiga kasus positif di Sultra, Kamis (19/3/2020) informasi mengenai ketiga pasien pun menjadi perbincangan di media sosial facebook dan pesan WhatsApp. Sebaran pesan berantai WhatsApp di sejumah group percakapan bahwa salah satu korban positif asal Kendari telah meninggal dunia pun ramai di malam hari. Untungnya, informasi tersebut dibantah langsung Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal saat menggelar konferensi pers di Rujab Gubernur Sultra.

Rabiul menjelaskan bahwa ketiga pasien positif corona virus itu dalam keadaan baik dan tidak memerlukan bantuan oksigen. Mengenai informasi ada satu pasien yang meninggal dunia itu tidak benar. Tak hanya itu, informasi lengkap pribadi 6 pasien yang tidak untuk dikonsumsi publik pun ikut tersebar di media sosial keesokan harinya, Jumat (20/3/2020).

Dalam informasi tersebut disebutkan dengan jelas nama, alamat lengkap dan riwayat perjalan mereka sebelum akhirnya masuk sebagai Pasien Dalam Perawatan (PDP) di RSUD Bahteramas. Tapi informasi tersebut hingga saat ini belum diketahui kebenarannya, kabar yang beredar data ini harusnya hanya dimiliki oleh Badan Intelejen Negara (BIN) daerah Sultra.

Melihat kondisi ini, Dosen Ilmu Komunikasi Muhammad Aswan Zanynu menjelaskan bahwa selain gerakan social distancing, ada baiknya melakukan sosial media distancing, artinya bahwa masyarakat atau pengguna media sosial untuk tidak menerima secara langsung setiap informasi yang didapatkannya dari medsos. Membatasi diri dengan tidak ikut menyebarkan informasi hoax itu lebih penting ketimbang harus mencari tahu informasi pasien positif corona.

Muhammad Aswan Zanynu
Muhammad Aswan Zanynu

“Ngapain sih kita mencari-cari informasi mereka yang positif, itu bukan tugas masyarakat tapi tugas pemerintah. Tidak usalah menyibukkan diri dengan hal itu,” ungkap Aswan, Minggu (22/3/2020).

Menurut dia, ada baiknya masyarakat atau pengguna media sosial melakukan kampanye atau menggalang solidaritas mengajak masyarakat Sultra untuk bersama melawan wabah virus corona tersebut, lebih produktif dan membantu menghilangkan kepanikan masyarakat. Mulai dari mengutip tips pencegahan virus corona dari sumber terpercaya dan menyebarluaskan ajakan dari pemerintah mengenai cara menangani wabah corona. Apalagi pemerintah sudah menyiapkan secara khusus website resmi COVID-19 di Indonesia. Per tanggal 23 Maret 2020 akses situs tersebut digratiskan oleh provider atas permintaan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Mengenai privasi pasien yang tersebar itu, Aswan sangat menyayangkan, sebab masyarakat tidak tahu bagaimana psikologis pasien jika informasi pribadinya harus tersebar luas di media sosial. Sudah terjatuh tertimpa tangga pula, bahwa mereka akan semakin tertekan dengan kondisi kesehatannya dalam perawatan mereka harus menjadi buah bibir netizen.

Dia juga memberikan saran kepada pemerintah daerah untuk membentuk model komunikasi dengan berupaya menggandeng opinion leader di medsos atau influencer di daerah setempat. Di Sultra memiliki sejumlah pengguna medsos yang memilik banyak pengikut, dengan memanfaatkan mereka sebagai alat untuk mengkampanyekan waspada terhadap virus corona, menurutnya salah satu langkah yang baik.

Karena pada dasarnya mereka memiliki fans fanatik yang apapun mereka sampaikan akan diikuti oleh pengikutnya. Artinya mereka dapat dijadikan sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah untuk menyebarluaskan konten positif terkait corona.

“Sudah cukup kita setiap hari mendengarkan informasi mengenai virus corona setiap hari jumlahnya meningkat, meskipun itu penting. Tapi lebih penting adalah bagaimana kita melindungi diri kita sendiri dan orang di sekeliling kita. Dan cara menggunakan influencer ini bagus,” katanya.

Baca Juga : Telusuri Perjalanan Pasien Positif Corona, Dinkes Sultra: Beri Kami Kepercayaan

Aswan juga menilai bahwa langkah yang diambil pemeritah saat ini sudah baik untuk mencegah penyebaran virus corona di Sultra. Hanya saja, dirinya mengharapkan bahwa semua anjuran dan ajakan tersebut dapat diaplikasikan secara nyata di kehidupan masyarakat.

Misalnya, mengajak masyarakat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan rajin mencuci tangan. Pemerintah harus mampu menyediakan kebutuhan tersebut di sejumlah titik fasilitas umum yang biasanya dikujungi orang banyak. Seperti minimarket, masjid, hotel, taman kota dan ruang terbuka umum lainnya. (A)

 


Reporter : Ilham Surahmin
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib