iklan zonasultra

Terumbu Karang Pulau Pelangi Kolaka, Kondisinya Memprihatinkan

Terumbu Karang Pulau Pelangi Kolaka, Kondisinya Memprihatinkan
TERUMBU KARANG - Kondisi terumbu karang di Pulau Pelangi kini semakin memprihatinkan yang diduga akibat pengeboman ikan oleh masyarakat. Demikianlah kondisi terumbu karang di pulau yang terletak di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). (Foto Istimewa)

ZONASULTRA.COM, KOLAKA – Kondisi terumbu karang di Pulau Pelangi, kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) kian memprihatinkan.

Sebelumnya, pulau ini menawarkan destinasi wisata yang menggiurkan bagi penikmat keindahan bawah laut maupun masyarakat Kabupaten Kolaka. Di mana pulau ini menyuguhkan laut yang terjaga dan terumbu karang yang menyimpan sejuta pesona bawah laut.

Namun sayang, tuntutan kehidupan masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang semakin kompleks, membuat sebagian besar dari mereka menjarah biota-biota lautnya. Salah satunya melakukan aktivitas pengeboman ikan yang diduga menjadi penyebab kerusakan terumbu karang di laut Pomalaa itu.

Salah satu kelompok masyarakat yang konsen di bidang konservasi dan pariwisata serta pengawasan riset dan pengembangan pesisir laut, Kelompok Masyarakat Bahari Teluk Bone Lestari (Mari Tebari) Kabupaten Kolaka menilai kondisi laut khususnya di Pulau Pelangi yang berada di Teluk Mekongga saat ini kondisi terumbu karangnya cukup memprihatinkan.

(Baca Juga : Tanam Bibit Karang, ANTAM dan YARI Libatkan Kelompok Nelayan di Pomalaa)

Ketua Mari Tebari Kolaka, Syahrir mengungkapkan bahwa kerusakan terumbu karang tersebut berdampak pada berkurangnya hasil tangkapan nelayan sekitar pesisir pantai.

“Kerusakan terumbu karang kita di Kolaka ini sangat tinggi, kita pernah memetakan sekitar 80 persen karang kita yang ada di Teluk Bone dan Teluk Mekongga rusak parah,” jelasnya di Kolaka, Senin (29/7/2019).

Walaupun hanya ada di spot-spot tertentu, tetapi menurutnya sangat berpengaruh terhadap ekosistem laut, dan secara langsung akan berdampak pada berkurangnya hasil tangkapan nelayan.

(Baca Juga : Antam dan YARI Latih Nelayan Pomalaa Membuat Alat Tangkap Ramah Lingkungan)

Kata dia, dulu Pulau Pelangi menjadi surga bagi berbagai jenis ikan-ikan yang biasa dikonsumsi masyarakat, seperti ikan kerapu, ikan sunu, ikan kakap. Semua jenis ikan tersebut hidup dan berproduksi di sekitar terumbu karang, tetapi dengan aktivitas pengeboman, ikan-ikan tersebut kini susah didapatkan.

Untuk menekan jumlah kerusakan terumbu karang, Mari Tebari berupaya memberikan penyuluhan berupa informasi kepada nelayan dan masyarakat pesisir agar melestarikan Pulau Pelangi serta lingkungan laut sekitarnya.

Tak hanya itu, kelompok Mari Tebari juga akan memberdayakan masyarakat pesisir guna menambah penghasilan masyarakat, tetapi tidak dengan cara melakukan pengeboman ikan.

(Baca Juga : Puluhan Ibu-Ibu di Pomalaa Ikuti Pelatihan Keterampilan Usaha Perempuan Nelayan)

Ia pun mengharapkan masyarakat pesisir untuk mulai sadar betapa pentingnya menjaga ekosistem laut dengan cara tidak merusak terumbu karang.

“Karena anak cucu kita nanti akan menikmati, baik buruknya tindakan kita terhadap ekosistem laut,” pungkasnya. (B)

 


Kontributor : Sitti Nurmalasari
Editor: Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib