Tiga Hari Tanpa Kabar, Pria di Muna Ditemukan Membusuk di Semak Belukar

Tiga Hari Tanpa Kabar, Pria di Muna Ditemukan Membusuk di Semak Belukar
PENEMUAN MAYAT - Salah seorang warga desa Oempu kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna, ditemukan membusuk disemak belukar, Selasa (9/4/2019). (Nasrudin/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, RAHA – Nasib naas yang dialami La Hanudi (48) warga desa Oempu kecamatan Tongkuno kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Tubuhnya ditemukan warga telah membusuk disemak belukar sekitar 10 meter dijalur Walengkabola-Tanjung.

Penemuan pria yang hidup sebatang kara itu, sejak Selasa (9/4/2019) sekitar pukul 17.00 Wita dalam kondisi dipenuhi ulat setelah tiga hari kabarnya tak diketahui.

Salah satu saksi La Hanisa mengungkapkan, sebelumnya dirinya bertemu dengan korban tiga hari lalu berjalan kaki menuju desa Tanjung.

“Hari Minggu, saya sempat lihat. Dia jalan kaki ke Tanjung. Tapi setelah itu sudah tiga hari tidak pernah kelihatan di kampung,” terang Hanisa, Rabu (10/4/2019).

Sekitar pukul 15.50 Wita pihak keluarga bersama kepala desa dan warga melakukan pencarian. “Nanti sekitar jam 17.40 Wita pihak keluarga bersama warga lainnya menemukan jenazah La Hanudi dalam kondisi sudah rusak berulat. Mayatnya langsung diangkat kerumah saudaranya,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Tongkuno Ipda Darul Aqsa langsung mendatangi tempat kejadian dan langsung melakukan olah TKP serta berkoordinasi dengan dokter Puskesmas Tongkuno. “Keterangan dokter kemungkinan dia terjatuh akibat penyakit stroke yang dideritanya,” jelasnya.

Selain itu, kata Aqsa kondisi jenazah sudah tidak dikenali lagi karena korban ditemukan lebih dari 24 jam. “Kondisinya sudah membusuk dipenuhi ulate. Posisi Almarhum ditemukan dalam keadaan tertelungkup miring kanan pada batu batu tajam disela sela semak-semak,” ungkapnya.

Diketahui korban yang pernah merantau dinegeri jiran Malaysia itu didiagnosa menderita penyakit strok sejak 2016 lalu.

Sementara istri dan dua anaknya hingga kini masih diperantauan. Dia hanya tinggal seorang diri dirumahnya.

Atas peristiwa itu, pihak keluarga mengikhlaskan kematian kerabatnya itu, karena korban tak pernah berselisih faham dengan siapapun. (A)

 


Kontributor: Nasrudin
Editor: Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib