iklan zonasultra

Tim PKM-M Unhas Buat Program Trio Dispa untuk Deteksi Dini Penyakit ISPA

Tim PKM-M Unhas Buat Program Trio Dispa untuk Deteksi Dini Penyakit ISPA

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit pada saluran pernapasan yang masih menjadi masalah kesehatan yang sangat penting di Indonesia. Di Kota Makassar, ISPA menjadi salah satu dari 10 pola penyakit utama yang menyerang penduduk.

Hal ini melatarbelakangi tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) Universitas Hasanuddin membuat program “Trio Dispa” yang bertujuan memberdayakan ibu rumah tangga untuk mengenali dan mendeteksi dini penyakit ISPA.

Tim ini diketuai oleh Wa Ode Umi Kalsum dan anggotanya Monalisa, Sakina, dan Nurfadilah Utami (mahasiswa Fakultas Keperawatan) dan Irmayani Said (mahasiswa Fakultas Farmasi). Tim ini dibimbing oleh Wa Ode Nur Isnah S.Kep., Ns. M.Kes (dosen Fakultas Keperawatan).

Tim PKM-M Unhas Buat Program Trio Dispa untuk Deteksi Dini Penyakit ISPA

Wa Ode Umi Kalsum sendiri dan dua rekannya di tim PKM-M ini Monalisa dan Sakina merupakan mahasiswa asal Sulawesi Tenggara (Sultra). Wa Ode Umi Kalsum berasal dari Kabupaten Muna sedangkan dua rekannya dari Kota Baubau.

Ketua Tim PKM-M Unhas Wa Ode Umi Kalsum kepada zonasultra.com, Selasa (3/7/2018) mengatakan, Trio Dispa merupakan singkatan dari Three Colour Detection and Early Intervention ISPA with Table Top Method yang merupakan judul dalam proposal pengabdian kepada masyarakat yang telah lolos didanai Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tahun 2017.

Trio Dispa dilaksanakan menggunakan metode modifikasi table top dengan menggunakan tiga warna yang berbeda (merah, kuning, hijau) sebagai petunjuk penatalaksanaan penyakit ISPA.

Warna merah merupakan simbol penyakit ISPA dalam rentang berat, warna kuning simbol ISPA dalam rentang sedang, dan warna hijau untuk ISPA ringan.

Dalam pelaksanaanya, program ini diawali dengan penyuluhan konsep ISPA terlebih dahulu kemudian diakhiri dengan pelatihan keterampilan menggunakan metode table top dalam mengenali gejala dan terapi yang tepat (terapi farmakologi dan nonfarmakologi) untuk jenis ISPA yang berbeda.

Tim PKM-M Unhas Buat Program Trio Dispa untuk Deteksi Dini Penyakit ISPA

Umi Kalsum menjelaskan bahwa program Trio Dispa ini telah diikuti oleh 25 orang ibu rumah tangga yang merupakan anggota Majelis Taklim Az-Zahra selama kurang lebih 2 bulan sejak akhir April 2018 sampai awal Juni 2018 yang dilaksanakan di kediaman Ketua Majelis Taklim Az-Zahra Jalan Pampang 3 Nomor 3 Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar.

‚ÄúProgram Trio Dispa ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang penyakit ISPA dan juga mampu melahirkan 20 ahli kesehatan keluarga yang diupayakan menjadi kader dalam menyampaikan informasi terkait penyakit ISPA kepada masyarakat luas, khususnya di wilayah Pampang sehingga mampu mengendalikan kejadian ISPA di wilayah tersebut,” ujar Sakina, salah satu anggota Tim PKM-M.

Adanya program Trio Dispa ini juga diharapakan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendeteksi dini penyakit ISPA. Selanjutnya metode dalam program ini diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif bagi tenaga kesehatan dalam memberikan pendidikan kesehatan terkait ISPA di masyarakat. (*)

 

Oleh : Wa Ode Umi Kalsum Ketua Tim PKM-M Unhas

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib