iklan zonasultra

iklan zonasultra

Tinggal di Pengungsian, Berikut Kebutuhan Korban Banjir di Kota Kendari

Tinggal di Pengungsian, Berikut Kebutuhan Korban Banjir di Kota Kendari
TENDA PENGUNGSIAN - Masyarakat sekitar yang terkena dampak banjir, harus mengungsi sementara di tenda-tenda pengungsian yang telah disediakan baik dari Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Badan SAR Nasional, Palang Merah Indonesia, dan lainnya. (Sitti Nurmalasari/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Masyarakat sekitar yang terkena dampak banjir, harus mengungsi sementara di tenda-tenda pengungsian yang telah disediakan baik dari Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Badan SAR Nasional, Palang Merah Indonesia, dan lainnya.

Menjadi korban banjir, pastinya masyarakat kehilangan sebagian besar harta bendanya. Hanya beberapa barang-barang saja yang bisa diselamatkan.

Di tengah musibah yang sedang dialami tersebut, berbagai kebutuhan pun sangat diperlukan oleh warga korban banjir.

(Baca Juga : Langganan Banjir, Sulkarnain Tawarkan Relokasi ke Masyarakat Wanggu)

Tinggal di Pengungsian, Berikut Kebutuhan Korban Banjir di Kota Kendari

Seperti yang diungkapkan salah satu warga korban banjir Sungai Wanggu, Ahmad (40), kebutuhan mendesak saat ini berupa selimut dan sarung. Kebutuhan paling mendesak lainnya adalah makanan dan minuman instan.

“Untuk saat ini kita makan mie instan yang diberikan secara sukarela oleh masyarakat. Belum ada bantuan makanan,” katanya kepada zonasultra.com, Senin (25/6/2018).

Hal serupa juga diungkapkan Hani (35) bahwa yang menjadi kebutuhan warga saat ini berupa air bersih untuk memasak. Kebutuhan untuk anak dan bayi, pakaian bersih. Selain itu, kebutuhan penting lainnya seperti pakaian dalam dan pembalut untuk wanita.

Kemudian, lampu darurat untuk penerangan, obat-obatan seperti vitamin, minyak angin, obat batuk, antibiotik. Tanpa disadari kebutuhan-kebutuhan mendasar itulah yang mesti segera dipenuhi. Sebab, jika terabaikan maka akan menimbulkan berbagai penyakit yang tentunya dapat menyerang korban banjir.

(Baca Juga : Hujan Deras, 11 Kecamatan di Kendari Dikepung Banjir)

Kepala BPBD Kota Kendari, Suhardin menuturkan, sebanyak 11 Kecamatan di Kota Kendari terkena dampak banjir. Saat ini pihaknya sudah menurunkan seluruh anggotanya ke semua kecamatan yang terkena dampak banjir untuk mengantisipasi banjir susulan.

“Untuk sementara kami lagi fokus di Kali Wanggu, karena di sini yang terparah. Dan banyak masyarakat yang harus mengungsi,” bebernya.

Untuk diketahui 100 kepala keluarga (KK) Kelurahan Lepolepo Kecamatan Baruga (sekitaran Kali Wanggu, Lepolepo) terkena dampak banjir dari meluapnya Sungai Wanggu. (A)

 


Reporter : Sitti Nurmalasari
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib