iklan zonasultra

Tips Menghindar dan Menyelamatkan Diri dari Ular Piton

Tips Menghindar dan Menyelamatkan Diri dari Ular Piton
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, PASARWAJO – Manusia seharusnya bukanlah mangsa dari ular. Namun, kenapa bisa ular piton menyerang manusia?

“Karena rusaknya habitat ular. Pembukaan lahan baru membuat tempat tinggal ular makin sempit yang tadinya merupakan daerah jelajah atau mencari makanan bagi ular berganti menjadi lahan atau permukiman,” kata Herna Hadi Prasetyo, dari lembaga penanganan ular Sioux Indonesia, sebagaimana diberitakan BBC Indonesia.

Serangan ular piton terjadi pada warga Buton, Wa Sogo (55), Minggu sore (2/6/2019) di kawasan hutan belakang perkantoran Takawa (perkantoran bupati). Ia tewas dalam lilitan ular piton saat pulang dari ladang.

iklan zonasultra

Baca Juga : Satu Warga Buton Tewas Dililit Ular Piton

Kasus sepeti yang dialami Wa Sogo pernah terjadi di Kabupaten Muna, pada 14 Juni 2018 lalu. Bedanya, korban bernama Wa Tiba hingga tertelan oleh hewan melata tersebut.

Kenapa manusia bisa diserang piton dan apa yang harus dilakukan jika terlilit oleh ular raksasa ini? Berikut penjelasan dan tips menyelamatkan diri dari ular piton.

Hindari Beraktivitas Malam Hari di Hutan

Sejauh ini, ular piton yang menyerang manusia adalah jenis sanca. Piton jenis ini tidak bisa mengenali mangsanya. “Ular piton termasuk nocturnal, mencari makan di malam hari,” kata Aji Rachmat selaku ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia, dikutip dari Tempo co.

Piton jenis ini biasa mencari makan di malam hari atau sore hari menjelang malam; waktu senja. Jenis buruannya adalah mamalia. Ular sejatinya adalah hewan yang tuli. Ular mengenali mangsanya dengan sensor panas dan getaran.

Baca Juga : Ular Piton Sepanjang 3 Meter Gegerkan Warga Kota Raha

Pelaksana Umum Komunitas Pencinta Ular, SIOUX Snake Rescue (SSR), Kisut Kisin menjelaskan bila berjalan di malam hari, sebisa mungkin kuatkan pijakan kaki di tanah agar ular merasa terusik dan pergi.

Namun, bila berpapasan dengan ular, upayakan untuk menghindari gerakan provokasi. Disarankan tetap diam di tempat, jangan panik, jangan takut untuk bertatapan dengan ular piton.

Kemudian usahakan menjaga jarak dengan reptil raksasa itu. Jangkauan serangan ular piton sendiri maksimal 1/4 dari total panjang tubuhnya.

“Ngeliat ular, kita biarkan saja dulu. Ular bukan hewan yang hobi menyerang, seperti harimau dan babi hutan. Dia cenderung menghindar. Ular itu nggak bisa melihat jelas, dia mendeteksi suhu yang ada di sekitarnya, paling umum ular itu mendeteksi gerakan. Kalau lihat ular, kita diam saja, dia nggak tahu,” ucap Kisin, seperti diberitakan Detikcom.

Hindari Berjalan Seorang Diri di Hutan

Banyak kasus manusia yang hilang nyawa akibat serangan piton kala beraktivitas seorang diri. Begitupun denga Wa Sogo. Dari beberapa kasus, mestinya jadi pelajaran untuk lebih waspada. Disarankan beraktivitas dengan dua orang atau lebih di hutan, setidaknya membawa hewan peliharaan seperti anjing.

Baca Juga : Cari Ikan di Sungai, Warga Konut Malah Ketemu Ular Piton

Menurut Kisin, ular piton yang ukuran panjangnya di atas 2 meter cukup bahaya bila ditangani sendiri. Minimal harus ada dua orang yang menangani ular itu. Jika ular piton tiba-tiba menyerang, upayakan untuk melindungi leher dari jepitannya. Jika ular melilit di bagian kaki, upayakan untuk tidak merapatkan kaki.

“Jangan sampai kelilit, terutama leher kita. Kaki jangan dirapetin. Kalau kaki kebelit dua-duanya, selesai kita, bisa jatuh,” ujarnya.

Tetap Sedia Pisau Jika Ingin Beraktivitas

Ular piton tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia, kecuali di Papua. Sebab dulunya daratan Papua terhubung dengan Australia. Sehingga Flora dan faunanya lebih mirip dengan yang terdapat di Australia.

Menurut Herna Hadi Prasetyo, dari lembaga penanganan ular Sioux Indonesia, piton memangsa mamalia ukuran besar, yang bisa 10 kali lebih besar dari ukuran mulut mereka.

Ular piton biasanya menandai tempat buruannya. Piton akan berburu saat telah kelaparan. Saat betburu, piton cenderung akan menyergap segala sesuatu yang bergerak, bahkan manusia sekalipun.

Baca Juga : Warga Konsel Temukan Ular Piton Melintas di Tengah Pemukiman

“Nah, ketika hewan mangsa mereka entah di mana, yang muncul adalah manusia, mereka menyerang,” ujar Herna, dikutip dari BBC Indonesia.

Maka bila ingin beraktivitas dalam hutan, hendaknya senantiasa membawa pisau untuk mengantisipasi sergapan ular piton. Pisau adalah senjata sederhana yang bisa dibawa saat memasuki hutan.

Caranya, tusuk bagian tubuh ular piton (paling baik di bagian perut) lalu tarik sekuat mungkin sehingga terbelah. Semakin kencang ular itu melilit tubuh, maka harus lebih kuat untuk melakukan tusukan. (B)

 


Penulis : M6
Editor : Muhamad Taslim Dalma

Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib