iklan zonasultra

Titik Api Kebakaran Lahan PT SARI di Koltim Sudah Berkurang

Titik Api Kebakaran Lahan PT SARI di Koltim Sudah Berkurang
TITIK API- Titik api kebakaran dilahan perkebunan kepala sawit milik PT Sari Asri Rejeki Indonesia (PT SARI) yang ada di Kecamatan Lalolae, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara sudah mulai berkurang sampai dengan hari ini. (Samrul/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM,TIRAWUTA– Titik api kebakaran di lahan perkebunan kelapa sawit milik PT Sari Asri Rejeki Indonesia (PT SARI) yang ada di Kecamatan Lalolae, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), sudah mulai berkurang sampai dengan hari ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Koltim, Ansarulah menyebutkan, dari 12 titik lokasi kebakaran di lahan perkebunan PT SARI kini tersisa empat titik.

(Baca Juga : Asap di Ibukota Koltim Akibat Kebakaran Lahan PT SARI dan Kebun Warga)

iklan zonasultra

“Laporan dari TRC kami di lapangan bahwa titik api kebakaran di PT SARI tinggal empat titik. Hanya saja kalau untuk titik asap masih belum diketahui. Karena meskipun hujan semalam namun asap masih ada, apalagi lokasinya adalah lahan gambut ,” ujarnya, Kamis (28/11/2019) saat dihubungi via telepon.

Ansarulah menjelaskan, tim terpadu dari BPBD Provinsi Sultra, BPBD Koltim, TNI,Polri, dan PT SARI saat ini masih berupaya memadamkan api. Di lain pihak, kabut asap yang masih melanda wilayah Kecamatan Tinondo terus mendatangkan kekhawatiran bagi warga sekitar, karena dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan.

Asjuddin (49), warga Kelurahan Tinengi, Kecamatan Tinondo saat ditemui hari ini mengaku, kabut asap yang terjadi selama ini membuatnya terganggu. Bukan saja kesehatan tapi berimbas pada aktivitasnya.

(Baca Juga : Lagi, 6 Warga Lalolae Koltim Dirawat Diduga Akibat Kabut Asap)

“Beberapa hari ini saya tidak pergi kerja, karena kalau bernafas terasa agak sesak dan batuk. Mata juga terasa perih. Kita punya lendir agak mengental. Saya merasa terganggu sekali karena asap. Bagi yang tidak memahami pentingnya kesehatan pasti dia terobos saja. Terpaksa sih juga begitu,” katanya.

Diungkapkannya, kabut asap di tempatnya berlangsung mulai pukul 06.00 Wita sampai siang. Kabut asap sangat tebal, bahkan jarak pandang hanya mencapai 10 meter.

“Kemarin banyak anak sekolah yang tidak masuk sekolah karena persoalan asap. Ada anak SD, SMP dan SMA. Sudah satu minggu ini. Mereka khawatir nanti sakit,” tuturnya.

Asjuddin berharap pemerintah semakin konsentrasi dan serius mengatasi permasalahan kebakaran di lahan gambut, sehingga asapnya tidak menganggu lagi kesehatan warga. (A)

 


Kontributor : Samrul
Editor: Muhamad Taslim Dalma
Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib