iklan zonasultra

Tujuh Bulan Setor “DP” KWH, Instalasi dalam Rumah Belum Terpasang

Tampak jaringan listrik PLN di Desa Sumber Sari Kecamatan Siontapina yang belum dimaksimalkan. (Duriani/ZONASULTRA.COM)
Tampak jaringan listrik PLN di Desa Sumber Sari Kecamatan Siontapina yang belum dimaksimalkan. (Duriani/ZONASULTRA.COM)
Tampak jaringan listrik PLN di Desa Sumber Sari Kecamatan Siontapina yang belum dimaksimalkan. (Duriani/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, PASAR WAJO – Warga Desa Sumber Sari, Kecamatan Siontapina, Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan pemasangan instalasi listrik dalam rumah yang tidak kunjung dipasang. Sementara, warga sudah membayar uang muka (DP) sejak tujuh bulan lalu.

Iklan Zonasultra

Warga membayar uang muka dengan bervariasi, mulai dari Rp 1.2 juta hingga Rp 1.9 juta per rumah. Pembayaran sebanyak itu diklaim sebagai uang muka dikumpul oleh Kepala Desa (Kades) Sumber Sari, H Djunaidi, sebagai perpanjang tangan pihak perusahaan pemasangan instalasi.

“Kita sudah membayar uang muka sejak bulan Desember 2015 lalu. Uang itu dikumpul Pak Kepala Desa Sumber Sari, H Djunaidi. Saya sudah membayar sebesar Rp 1.9 juta, katanya jika sudah menyala maka kami akan tambah lagi Rp 900 ribu,” ungkap Muhammad Sahanan, salah seorang warga Desa Sumber Sari ditemui Sabtu (9/7/2016).

Hal senada juga disampaikan Ani, warga Desa Sumber Sari. Ia pun sudah menyetor uang muka sebesar Rp 1.2 juta dan uang itu juga dikumpul di Kepala Desa Sumber Sari. Namun, hingga saat ini belum dilakukan pemasangan instalasi di dalam rumah.

“Iya, saya juga sudah bayar uang muka Rp 1.2 juta. Namun sampai saat ini belum terpasang instalasi, sementara saya bayar uang muka sejak Desember 2015,” ujar Ani.

Kepala Desa Sumber Sari, H Djunaidi, saat hendak dikonfirmasi baik itu di kantor desa maupun di kediamannya sedang tidak berada di tempat. Begitu pula pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Pasar Wajo sebagai pihak penyedia daftar tunggu calon pelanggan PLN, belum bisa ditemui karena sedang suasana Lebaran. (B)

 

Reporter : Duriani
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib