iklan zonasultra

UMU Buton Diminta Perkuat Bahasa Dan Teknologi

UMU Buton Diminta Perkuat Bahasa Dan Teknologi
UMU BUTON - Hanif Saha Gafur (kiri), Ibrahim Marsela (kanan) di grand opening seremoni UMU Buton, bilangan Pantai Kamali Baubau, Minggu (7/7/2019) malam. (M6/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM,BAUBAU– Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) baru, UMU (Universitas Muslim) Buton dianjurkan agar meperkuat pendidikan bahasa dan teknologi. Kedua fariabel itu dapat menjadi unsur UMU Buton untuk bersaing dengan kampus pendahulunya di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Menurut Kepala Kordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah 9, Prof Jasruddin, saat ini semua lini sudah dibarengi teknologi. Sehingga seyogyanya seruluh Program Studi (Prodi) di UMU Buton harus berbasis teknologi.

“Untuk UMU Buton, saya mengatakan harus ada reorientasi kurikulum. Kurikulum kita hari ini harus mengdopsi teknologi. Sekarang ini mau itu pertanian, pake teknologi, mau itu, keguruan pun, sekeranga menggunakan teknologi. Jadi tidak ada lagi ilmu tanpa dukungan teknologi,” terangnya, Minggu (7/8/2019)

iklan zonasultra

Dari segi bahasa, kata dia, dunia usaha dan dunia kerja saat ini harus diperkuat dengan bahasa. Denga tata komunikasi yang baik.

“Pentingnya bahasa adalah untuk menjalin komunikasi dengan rekan bisnis. Saat ini, karena Indonesia sudah dilirik oleh negara lain sebagai salah satu konsumen terbesar didunia, maka penting bagi UMU Buton memperkuat bahasa asing untuk mendukung alumninya nanti di dunia kerja,” tambah Jasruddin.

Soal teknologi dan bahasa yang harus diperkuat di UMU Buton, sudah selaras dengan mainset ketua yayasannya, Ibrahim Marsela. Dia akan menitipkan mata kuliah bahasa inggris disetiap Prodi. Katanya, ini untuk memastikan, anak didik di UMU Buton mampu menjadi alumni yang unggul.

(Baca Juga : UMU Buton, Kampus Baru di Baubau Siapkan Delapan Program Studi Populer)

Terkait penerapan teknologi, Ibrahim juga sudah memikirkan hal itu. Hanya saja dilakukan sejara bertahap karena kekurangan sumber daya. Terlebih UMU Buton baru mulai beroperasi.

“Itu kita sudah pikirkan. Hanya ini semua harus secara bertahap dan berjenjang. Kalau kita terapkan sekarang, tidak mungkin. Apa lagi dengan kekurangan yang ada pada UMU Buton saat ini,” paparnya.

UMU Buton sendiri, sudah siap untuk menerima dan mendidik mahasiswa. Saat ini tenaga pengajar sudah disiapkan, baik kontrak maupun tenaga pengajar bayaran.

(Baca Juga : Resmi Beroperasi, Universitas Muslim Buton Siap Terima Mahasiswa)

Kampus yang beralamat di Jalan Betoambaro Nomor 146 itu juga mendapatkan hadiah buku dari Pengurus Besar Nahdatul Ulama Bidang Pendidikan. Kata Ketua PBNU bidang pendidikan, Hanif Saha Gafur Buku itu merupkan karia para peraih nobel. Hanif memberikan kepada UMU Buton dalam bentuk buku elektronik sebanyak 400.000 buah.

“Tidak banyak kampus yang bisa memperoleh buku-buku ini. UMU Buton adalah salah satu kampus yang beruntung. Buku-buku ini adalah karia yang mendapatkan nobel, kajiannya beragam ilmu sosial dan budaya,” paparnya.

Untuk diketahui, UMU Buton yang beralamat di Jalan Betoambari Nomor 146 itu, saat ini sudah mulai menerima calon mahasiswa. Hingga saat ini, sudah 150 calon mahasiswa yang mendaftarkan diri. Pendaftaran gelombang dibuka hingga dua minggu kedepan. Kemudian akan dibuka lagi gelombang kedua. (B)

 


Penulis : M6
Editor: Abdul Saban
Loading...

2 KOMENTAR

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib