iklan zonasultra

UPT Laeya Ditarget Jadi Desa Baru di Buton Utara

Peresmian - Bupati Buton Utara, Abu Hasan, saat meresmikan sarana air bersih di UPT Desa Laeya Kecamatan Wakorumba Utara, Minggu (29/12/2019). (Irsan R/ZONASULTRA.COM).

ZONASULTRA.COM, BURANGA – Warga UPT Desa Laeya Kecamatan Wakorumba Utara (Wakorut) memanfaatkan kunjungan Bupati Buton Utara (Butur), Abu Hasan, bersama rombongan untuk menyampaikan aspirasinya, Minggu (29/12/2019). Kunjungan itu dalam rangka peresmian sarana air bersih.

Ada empat poin yang dikemukakan warga pada kesempatan itu, yakni terkait peningkatan status unit permukiman transmigrasi (UPT) menjadi desa dan pembangunan SMP Satu Atap (Satap). Tujuannya agar anak-anak bisa menempuh pendidikan menengah dengan jarak yang lebih dekat.

Iklan Zonasultra

Baca Juga : 2020, Pemkab Butur Alokasikan Rp24 Miliar untuk Jalan

Kemudian, pembangunan sarana ibadah (masjid) yang lahanya sudah disediakan beserta rehabilitasi mushala.

Dan permintaan keempat yakni soal perbaikan jalan yang jarak tempuh dari pemukiman ke jalan poros kurang lebih lima kilometer. Jalur ini, adalah akses utama warga setempat untuk memasarkan hasil pertanian, menuju ke sekolah, dan berbagai urusan lainnya.

Aspirasi warga itu disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat desa Laeya, Wirya.

“Mohon pak bupati, permintaan masyarakat ini disahuti,” pintanya.

Dalam acara peresmian ini, hadir pula dua anggota DPRD Butur asal dapil Kecamatan Wakorumba Utara dan Kulisusu Utara, Rustamin dan La Ode Musafiun.

Sebagai mitra pemda, Wirya juga meminta kepada kedua legislator tersebut untuk mengawal aspirasi ini.

Bupati Butur, Abu Hasan, menyambut baik aspirasi tersebut. Ia mengakui, Pemda belum bisa berbuat banyak untuk UPT tersebut.

Pasalnya, hingga kini pembinaannya masih menjadi gawean Kementerian Transmigrasi. Penyerahan pembinaan ke Pemda Butur, masih sementara berproses.

“Kalau ini sudah terjadi, semua permintaan tadi langsung bisa terjawab dengan sendirinya,” ujar Abu Hasan menjawab aspirasi masyarakat.

Menurutnya, yang terpenting dalam persoalan ini adalah bagaimana penyerahan pembinaan bisa dilakukan secepatnya. Untuk itu, dalam waktu dekat, ia akan kembali berkunjung ke kementerian terkait, untuk melihat sejauh mana progres usulan terkait penyerahan kewenangan itu.

“Jalanan ini masih jalan yang dibangun oleh transmigrasi, sekolah ini masih transmigrasi, saya kira yang lain-lain juga masih transmigrasi. Bagitu sudah menjadi desa, akan mendapat dana desa (DD) mendapat ADD, yang besarnya kurang lebih 1 miliar. Apa saja bisa dibangun,” ujarnya.

Di hadapan ratusan warga, ia menegaskan, aspirasi ini bakal terus diupayakan agar terpenuhi. Namun, ia meminta diberi waktu untuk menyelesaikan proses penyerahannya.

“Karena ini barkaitan dengan kewenangan. Kalau saya melakukan di luar kewenangan, saya akan disalahkan oleh peraturan perundang-undangan,” tuturnya.

Baca Juga : Bupati Butur Resmikan Pabrik Kelapa di Kulisusu Utara

Dari empat permintaan yang dikemukakan, secara pribadi Abu Hasan, menyahuti rehabilitasi mushala.

“Kalau ini (mushala) mau direhab saya bantu pribadi saya, bisa minggu depan diambil uangnya,” tegasnya. (b)

 


Kontributor : Irsan R
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib