iklan zonasultra

Virus Corona Serang China, Ruksamin Desak KBRI Segera Pulangkan 10 Mahasiswa Asal Konut

Virus Corona Serang China, Ruksamin Desak KBRI Segera Pulangkan 10 Mahasiswa Asal Konut
FOTO BERSAMA - Bupati Konut Ruksamin, bersama Ketua DPRD Konut Ikbar, Sekda Konut Marthaya, Kadis Pendidikan Konut Lapeha, jajaran OPD Konut dan 10 calon mahasiswa kedokteran melakukan foto bersama sesaat sebelum diberangkatkan ke Kota Makassar untuk menjalani karantina. (Jefri/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM,WANGGUDU-Serangan Virus Corona di Kota Wuhan China terus terjadi. Penyakit mematikan itu telah menelan puluhan jiwa dan 1.300 orang terjangkiti. Kondisi itu menimbulkan kepanikan, salah satunya pihak Pemerintah Daerah (Pemda), Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Bagaimana tidak, ada 10 mahasiswa asal Konut yang kini tengah menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Hubei University di Kota Wuhan Cina. Mahasiswa tersebut, merupakan lulusan rekruitmen beasiswa pendidikan tahun 2019 lalu yang diselenggarakan oleh Pemda Konut melalui Dinas Pendidikan.

Bupati Konut, Ruksamin langsung mengistruksikan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konut agar segera berkoordinasi kepada Rektor Institute yang memfasilitasi Pemda Konut dengan Fakultas Kedokteran tempat putra-putri Konut menimba ilmu.

Perintah itu dikeluarkan dengan maksud agar seluruh mahasiswanya yang berada di China dapat segera dipulangkan.

(Baca Juga : Waspada Virus Corona, Bupati Konawe Usul Stop Pengiriman TKA)

“Saya menginstruksikan ke Kadis Pendidikan untuk segera koordinasi dengan Rektor Institute, untuk selanjutnya melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di China agar Mahasiswa yang dari Konut yang ada di China saat ini untuk segera dipulangkan dulu”tegas Ruksamin dalam rilis tertulis yang dikeluarkan secara resmi melalui bagian protokol Pemda Konut, Senin, (27/1/2020).

Dikatakan Ruksamin, sejak mewabahnya Virus Corona yang sudah memakan korban jiwa itu, dirinya mengupayakan agar mahasiswa tersebut segera dipulangkan. Sebab, mahasiswa yang belajar dibidang ahli medis itu berada diwilayah Hubei yang terletak di Kota Wuhan tempat titik wabah virus mematikan itu terjadi.

“Pokoknya mereka harus pulang, di Wuhan sudah ada korban, cadangan makanan menipis dan transportasi ditutup, anak-anak mengalami trauma. Jadi intinya mereka harus cepat pulang bagaimanapun caranya, kalo perlu langsung di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI)”imbaunya.

(Baca Juga : Tak Ada Pasien Virus Corona yang Dirawat di RSUD Bahteramas)

“Ini sudah saya instruksikan beberapa hari yang lalu sejak melihat pemberitaan media International tentang virus di China,”tambahnya.

Saat ini KBRI telah memerintah melalui kantor kedutaan agar semua Warga Negara Indonesia (WNI) segera dipulangkan, sebagian WNI sudah di karantina, dan menurut informasi setibanya di tanah air semua WNI akan dikarantina dulu.

Untuk diketahui, sebelumnya 10 mahasiswa tersebut resmi dilepas Pemda Konut pada pertengahan 2019 lalu untuk melanjutkan pendidikan
kedokteran di Tiongkok China.

(Baca Juga : Bandara Haluoleo Dipasangi Alat Pendeteksi Suhu, Waspadai Virus Corona)

Segala biaya mulai dari persiapan, perkuliahannya sampai selesai ditanggung Pemda Konut melalui APBD sebesar Rp 2,3 miliar.

Sebelumnya kuliah di China, para mahasiswa diberangkatkan ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menjalani masa karantina. Di sana, mereka memperoleh pembekalan dan pembinaan selama 3 bulan melalui lembaga Rektor Institute Makassar yang ditunjuk sebagai kerja sama Pemda Konut. Selanjutnya langsung diberangkatkan ke Tiongkok. (a)

 


Reporter:Jefri Ipnu
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib