iklan zonasultra

Wagub Sultra: Tambang dan Kerusakan Lingkungan Penyebab Banjir di Konut

Banjir Bandang Konut, 855 Rumah Tenggelam, 56 Hanyut, 4.089 Warga Mengungsi
BANJIR BANDANG - Banjir bandang kembali menerjangan wilayah Konawe Utara membuat ratusan rumah tenggelam, ribuan masyarakat mengungsi, akses jalan putus.(Jefri/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Lukman Abunawas menyebut kegiatan pertambangan dan kerusakan lingkungan menjadi penyebab banjir bandang yang melumpuhkan kabupten Konawe Utara (Konut).

Menurutnya, sejak menjadi daerah otonomi baru (DOB), banjir yang terjadi kali ini merupakan banjir terparah yang meluas hingga 6 kecamatan.

“Ini memang karena di sana banyak aktivitas penambangan dan juga karena lingkungan hidup yang sudah tidak tertata dengan baik. Sehingga itu menjadi salah satu penyebab banjir di sana,” kata Lukman, Selasa (11/6/2019).

iklan zonasultra

Baca Juga : Ali Mazi: Penyebab Banjir Konut Bukan Akibat Tambang

Selain keberadaan tambang dan kerusakan lingkunga di Konut, mantan Sekda Sultra itu juga menyebutkan, kurangnya daerah resapan air menjadi salah satu faktor penyebab banjir. Terlebih di Konut, banyak drainase yang kurang tertata dengan baik.

“Apalagi ketika hujan lebat dan berkepanjangan banjir lebih mudah terjadi, karena air tidak mengalir dengan lancar. Harusnya tiap daerah itu punya tempat resapan airnya,” ujarnya.

Ia pun mengimbau, agar Pemerintah Daerah (Pemda) Konut membuat program yang berkaitan dengan penanganan banjir seperti drainase dan kawasan resapan air.

Dia juga meminta kepada seluruh pihak, untuk bersama sama menjaga lingkungan dengan konsisten guna mencegah hal-hal pemicu terjadinya banjir.

Baca Juga : Terisolasi, Tim Terpadu Evakuasi Korban Banjir Konut Pakai Helikopter

“Artinya kalau kejadian yang pernah dialami, supaya bisa dijadikan pengalaman agar kedepannya tidak terjadi lagi. Harus di perhatikan semua,” tutupnya.

Sebelumnya, akibat banjir bandang yang terjadi di Konut mengakibatkan akses transportasi di delapan titik wilayah Kecamatan Langgikima, Oheo dan Asera lumpuh total, hingga membuat ribuan masyarakat di 5 kecamatan, Asera, Oheo, Landawe, Langgikima dan Wiwirano terisolasi. Untuk menyelamatkan diri dari serangan banjir, warga mengungusi di area pegunungan. (B)

 


Reporter : Randi Ardiansyah
Editor : Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib