iklan zonasultra

Wali Kota Baubau Tegaskan Tidak Pernah Instruksikan Tarik Pungutan Untuk MTQ

Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), AS Tamrin
MTQ BAUBAU - Wali Kota Baubau, AS Tamrin membuka kegiatan MTQ tingkat Kota Baubau di pelataran Kota Mara, Minggu (23/2/2020). (Foto Istimewa)

ZONASULTRA.COM, BAUBAU – Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), AS Tamrin menegaskan, tak pernah mengeluarkan instruksikan kepada camat untuk melakukan pungutan atas nama Musabaqah Tiliwatil Quran (MTQ). Karena itu, ia berkomitmen tak akan membela camat atau lurah yang melakukan pungutan liar (pungli).

“Saya sudah suruh Inspektur (pihak Inspektorat Kota Baubau) untuk memeriksa camat dan lurah, terkait pungli itu,” ungkapnya saat membuka kegiatan MTQ tingkat Kota Baubau di pelataran Kota Mara, Minggu (23/2/2020).

Baca Juga : Inspektorat Baubau Periksa Camat Bungi Soal Dugaan Pungli MTQ

iklan zonasultra

Menurut Thamrin, permasalahan ini perlu diluruskan. Jika camat dan lurah benar menarik pungutan kepada warga untuk membiayai MTQ, maka yang bersangkutan akan dikenakan sanksi. Terlebih jika memotong dana operasional kelurahan seperti dugaan yang dilakukan Camat Bungi, Musliddin.

Terkait tidak adanya instruksi tersebut juga dijelaskan Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Baubau, LM Arsal. ” Saat rapat mau dalam bentuk surat edaran, tak ada perintah kepada camat terkait pembiayaan MTQ. Pemotongan dana operasional kelurahan dan permintaan sumbangan pada masyarakat itu inisiatif camat sendiri,” katanya.

Muslidin juga mengakui bahwa tidak ada anggaran dari APBD Kota Baubau tahun ini bagi kecamatan dalam mengikuti perhelatan lomba MTQ. Untuk itu camat dituntut agar cerdas dalam memperoleh biaya kontingennya.

“Sepintar apa pun camat tidak dibolehkan mencari anggaran yang berbenturan dengan hukum. Kan bisa misalkan meminta kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) tingkat kecanatan dan kelurahan untuk menyumbang,” terang dia.

Arsal menjelaskan yang dimaksud sumbangan dari ASN itu bentuknya partisipasi aktif. Tidak boleh ada patokan terkait besaran iurannya.

Seperti diketahui, Camat Bunggi, Musliddin, diduga telah melakukan pungli, karena memotong dana operasional kelurahan sebesar Rp 1,5 juta untuk membiayai kontingen MTQ. Musliddin juga dituding meminta iuran kepada ASN tingkat kecamatan dan kelurahan untuk hal yang sama. Musliddin kini tengah diperiksa Inspektorat Baubau.

Baca Juga : Lurah Diduga Lakukan Pungli Atas Nama MTQ, Wawali Baubau Geram

Hal serupa juga terjadi di beberapa kelurahan. Seperti keterangan Wakil Wali Kota, La Ode Ahmad Monianse, di Kelurahan Wangkanapi, Kecamatan Murhum dan Kelurahan Lanto, Kecamatan Batupoaro. Di dua kecamatan ini modusnya mematok pada aparat Rukun Tetangga untuk mencari sumbangan kepada warga. Masing-masing RT ditargetkan Rp 500 ribu.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Ahmad Monianse mengingatkan perlunya sikap profesionalisme dalam berkompetisi. Hal ini dikatakan Monianse dalam laporannya di Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kota Baubau.

Menurut Monianse, profesionalisme dapat menuntun seseorang pada kualitas. Pun bagi juri penilai, profesionalisme mampu memberi perimbangan untuk memilih yang terbaik dalam kompetisi MTQ.

“Kuantitas kita sudah miliki, dan yang sedang kita pacu sekarang adalah kualitasnya,” terang dia pada peserta pawai MTQ, Minggu (23/2/2020).

Pria yang juga merupakan Ketua Lembaga Pengembangan Tiliwatil Quran (LPTQ) Kota Baubau itu, juga berharap agar setiap peserta dapat menunjukan kemampuan yang terbaik. Biar nanti dapat mengharumkan nama Kota Bauabu di tingkat Nasional.

“Sejauh ini, prestasi kita yang selalu membanggakan kita saat kompetisi tingkat provinsi adalah cabang fahmil quran (cerdas cermat alquran),” terangnya.

Pembukaan MTQ tingkat Kota Baubau sendiri berjalan meriah. Dimana delapan kematan se Kota Bauabu mengutus perwakilan untuk menggelar pawai, memutari pelataran Kota Mara.

Baca Juga : Camat Bungi Potong Dana Operasional Lurah, Monianse: Itu Pungli

Dalam gelaran itu juga hadir beberapa jajaran petinggi daeh. Dari Wali Kota Baubau, As Tamrin, Ketua DPRD, H Zahari, Kepala Kantor Kementerian Agama, Rahman Ngkaali, serta jajaran OPD se Kota Baubau.

MTQ tingkat kota baubau sendiri melombakan, tiga cabang, yakni seni baca al-quran yang terdiri dari, tilawatil quran, tafzil quraan, fahmil quran (cerdas cermat), dan syaril quran. Dua cabang lainnya terbilang baru, fashion show dan bintang vokalis. Total hadiah lomba MTQ Baubau tahun ini sendiri mencapai Rp 100 juta rupiah. (b)

 


Kontributor : Risno Mawandili
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib