Honda

Wanita Katolik Sultra Komitmen Tangkal Radikalisme Hingga Kerusakan Lingkungan

Wanita Katolik Sultra Komitmen Tangkal Radikalisme Hingga Kerusakan Lingkungan
TANGKAL RADIKALISME - Wanita Katolik Sulawesi Tenggara (Sultra) yang tergabung dalam DPD Wanita Katolik Sultra berkomitmen untuk bersama-sama menangkal isu-isu yang mengkhawatirkan di masyarakat, seperti radikalisme, korupsi, dan kerusakan lingkungan. (Istimewa)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Wanita Katolik Sulawesi Tenggara (Sultra) yang tergabung dalam DPD Wanita Katolik Sultra berkomitmen untuk bersama-sama menangkal isu-isu yang mengkhawatirkan di masyarakat, seperti radikalisme, korupsi, dan kerusakan lingkungan.

Ketiga hal tersebut menjadi pokok bahasan mereka dalam kegiatan Konferensi Daerah (Konferda) IV Pengurus Wanita Katolik RI DPD Sultra di Kendari, Minggu (29/9/2019).

Ketua Presidium DPD Wanita Katolik Sultra, Bertha Budhi mengatakan, Konferda IV dilakukan dalam rangka melaporkan pertanggungjawaban program kerja yang sudah dilakukan pengurus periode 2014-2019, sekaligus membahas program baru bersama ketua presidium baru yang terpilih dalam konferda nantinya.

iklan zonasultra

Baca Juga : Pilar Sultra Tolak Penyebaran Paham Radikal Anti Pancasila

“Kita berharap tiga isu ini terkait radikalisme, korupsi dan kerusakan lingkungan hidup tentunya juga akan menjadi perhatian kita wanita Katolik di Sultra, karena ini menjadi permasalahan krusial bangsa Indonesia saat ini,” ungkapnya.

Ketua Presidium DPP Wanita Katolik, Justina Rostiawati yang juga hadir mengungkapkan, diangkatnya tiga isu utama ini merupakan hasil dari kongres ke-20 yang berlangsung pada November 2018 lalu, berdasarkan kekhawatiran-kekhawatiran yang meresahkan masyarakat.

“Ketiga hal ini sangat berkaitan dengan gambaran hidup atau karakter manusia dewasa ini. Gaya hidup misalnya, masih banyak manusia yang mengabaikan larangan penggunaan plastik demi menjaga lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga : Dandim 1412 Kolaka Ajak Masyarakat Cegah Paham Radikalisme

Sedangkan untuk korupsi, ia menggambarkan ketika semakin berlebihan gaya hidup maka banyak uang yang dibutuhkan. Hal ini tentu saja bisa memicu terjadinya korupsi. Untuk itu, pihaknya tergerak untuk turut ambil peran agar isu-isu ini tidak menggerogoti masyarakat.

Sementara Pimpinan Gereja Pastor Vikop Sultra, Pastor Willibrodus Welle PR mengungkapkan, pihaknya dalam hal ini berperan memberikan dukungan melalui pendampingan rohani. (b)

 


Kontributor: Sri Rahayu
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib