iklan zonasultra

Warga Kolut yang Bermukim di Wilayah DAS Diingatkan Waspada Bencana Banjir

Kepala (BPBD) Kolut Syamsuryani
Syamsuryani

ZONASULTRA.COM, LASUSUA-Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengingatkan warga yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS), agar waspada bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, mengingat potensi diguyur hujan deras dengan intensitas sedang hingga lebat.

Kepala (BPBD) Kolut, Syamsuryani mengatakan sejak sepekan beberapa wilayah di Kolut dilanda hujan berskala sedang sehingga membuat DAS terancam banjir. Kondisi ini disebabkan oleh tingginya intensitas hujan bagian hulu sungai sehingga sangat rawan banjir secara tiba-tiba.

Kata dia, khusus untuk sungai batu ganda melintas di kecamatan Lasusua ada empat desa yang terancam yakni Desa Batu Ganda, Desa Rante Limbong, Desa Tojabi dan Desa Pitulua.

“Mengingat curah hujan meningkat di beberapa hari terakhir, saya mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di bantaran sungai maupun daerah rendah agar lebih hati-hati terhadap banjir terutama banjir kiriman dari hulu,” kata syamsuriani, Senin (30/11/2020).

Dikatakannya, jika terjadi hujan lebat dalam jangka waktu cukup lama dengan penyebarannya merata, maka bisa menyebabkan debit air daerah aliran sungai atau DAS meluap. Karena itu, warga perlu diingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan seperti saat ini.

“Kami berusaha mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat yang bermukim di daerah bantaran sungai jika terjadi hujan yang tinggi segera mengungsi ketempat-tempat yang aman,” ujarnya.

Ia menambah, saat ini pihaknya telah membuat tim dari pemerintah daerah (pemda) Kolut secara terpadu untuk siaga bencana, namun ia juga berharap kesediaan masyarakat untuk ekstra waspada agar tidak menimbulkan dampak yang lebih fatal saat terjadi bencana.

“Dua hari lalu adapun tanggul yang jebol di sungai batu ganda, akibat arus sungai deras waktu hujan turun, dengan adanya kejadian itu kami meminta tim balai wilayah sungai kendari untuk melakukan survei agar bisa merehabillitasi secepatnya,” tandasnya. (b)

 


Kontributor: Rusman
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib